oleh

Peduli Nasib Pancasila Masyarakat dihimbau Hadir Dalam Aksi Pembatalan RUU HIP di DPR

Jakarta, Tribunasia.com – FPI mengajak seluruh elemen masyarakat hadir dalam aksi penolakan RUU HIP di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta. Sobri Lubis mengatakan masa akan menyampaikan aspirasinya pada Rabu atau esok hari, 24 Juni 2020 di Jalan Jend Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Selatan.

” Yang peduli terhadap nasib Pancasila dan bangsa Indonesia hadir bersama-sama kita dalam aksi nasional untuk membatalkan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila atau RUU HIP yang sekarang sedang saat ini yang masih bercokol di Prolegnas (Program Legislasi Nasional),” tegas Ketua Umum Fron Pembela Islam, (23/6/2020).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Dia menambahkan, RUU HIP harus dicabut karena telah mempermainkan rakyat Indonesia. Ketum FPI mengharapkan masyarakat untuk dapat bergabung dalam aksi penolakan tersebut.

RUU HIP diutarakan dia, bisa merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Lebih lanjut, aksi pada esok hari dimaksudkan untuk menyelamatkan Indonesia dari Neo Komunis.

” Rancangan Undang-Undang HIP harus dibatalkan dan dicabut keakar-akarnya bukan hanya diundur itu hanyalah mempermainkan rakyat saja. Oleh karena itu saya mengajak pada hari ini dan menghimbau kepada seluruh masyarakat Islam yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar mari bersama-sama selamatkan bangsa Indonesia daripada rongrongan neo komunis,” ungkapnya.

Sobri Lubis juga menjelaskan, RUU HIP merupakan bagian dari permainan. Maka dari itu, dia menolak keras sebab didalam rancangan undang-undang tersebut dapat merubah Ideologi Pancasila.

Jika lolos RUU HIP, kata FPI didalamnya akan terisi pimikiran-pemikiran ideologi komunis. Terlebih, bila tuntutan pada esok hari tidak digubris dia bersama ANAK NKRI akan mengelar aksi berjilid-jilid.

” Yang saat ini bercokol di merongrong negara kita merongrong Pancasila ingin memeras Ekasila danTrisila. Yang intinya ingin mengeluarkan ketetapan bersama bagaimana para pendiri bangsa menetapkan haluan dasar bernegara bagi bangsa Indonesia dari Pancasila jadi ini hanya omong kosong belaka,” terangnya.

” Membuat RUU HIP hanya merupakan permainan kita hanya meminta bukan hanya sebatas mencabut atau dibatalkan walau diganti nama apapun namanya selama masih membawa pemikiran-pemikiran dari pada komunis ataupun PKI tetap kita akan tolak,” sambung dia. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *