oleh

Pilkada 2020, LSM Gerimis Tolak Calon Walikota Bermasalah

Selamat Idul Fitri 1441 H

Tangsel, TribunAsia.com- Pertemuan pengurus lembaga swadaya masyarakat Gerakan Masyarakat Miskin ( Gerimis.red) Kota Tangsel, Rabu ( 20/5/2020) sore di kawasan Pamulang menyampaikan pandangan dan bersepakat untuk menolak calon walikota bermasalah dengan hukum dan terindikasi korupsi dalam pemilihan kepala daerah Kota Tangerang Selatan tahun 2020.

Agenda kopi darat yang di inisiasi oleh warga dan ketua LSM Gerimis dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan pengurus lembaga swadaya masyarakat Gerimis Tangerang Selatan.

Iklan RB

” Dua periode kepemimpinan belum memberikan kepuasan kepada warga dan masyarakat miskin kota, contohnya suami walikota bermasalah dengan hukum, ada pameo dua walikota ( walikota malam dan siang.red), pengangguran meningkat, aksi kejahatan meningkat terutama begal dan aksi demo selalu mewarnai halaman balai kota, belum lagi kesejahteraan masyarakat Tangsel yang tidak akurat dan tidak fair”. urai Bayu Hamdi Noersyal Ketua LSM Gerimis Tangsel aktivis Cipasera 2007.

Kritik keras pun selalu dilontarkan oleh para tokoh masyarakat dan LSM warga miskin kota, bahkan aktivis yang ikut dalam pertemuan menyinggung adanya para calon walikota yang bermasalah dan terindikasi korupsi seperti dalam kasus BUMD ( PT.PITS), Banyaknya proyek siluman, hingga bansos covid-19 beraroma kongkalikong yang menyengsarakan masyarakat Tangsel.

” Ekspresi ini sebagai bentuk kekecewaan warga Tangsel selama berjalannya proses rekruitment calon kepala daerah banyak partai besar mengusung para calon walikota terindikasi hukum dan korupsi”. tegas Bayu Hamdi Noersyal

” LSM Gerimis menolak keras para calon walikota bermental koruptor untuk menjadi pemimpin di Kota Tangerang Selatan”. ucapnya

Diketahui berdasarkan survey litbang LSM Gerimis disebutkan adanya partai pengusung seperti enggan berpaling dari sosok bermasalah ke sosok bersih dan mengusung perubahan bagi masyarakat dan warga miskin Kota Tangerang Selatan.

” Dua balon berasal dari PT PITS bermasalah dan terindikasi korupsi, kemudian ada lagi calon yang masih menjabat yang sampai sekarang tak paham mengatasi masalah covid-19 hingga solusinya bagi warga miskin”. tutur Bayu Hamdi Noresyal

” Warga miskin meminta masyarakat Tangsel paham dengan kotanya sendiri dan pilihlah pemimpin yang bersih, berintegritas dan mengusung perubahan wajah kepemimpinan di Tangsel”. tandasnya

Hal sama dijelaskan tokoh masyarakat dan ketua badan musyawarah Tangsel Julham Firdaus, ” Harus ada pergantian rezim dan ganti kepemimpinan di Tangsel, Warga harus berani keluar dari zona nyaman untuk benar-benar kemakmuran Tangsel bukan sekelompok namun menyeluruh”. imbuh Julham.

” Saya malu memiliki walikota isteri koruptor ulung, keluar masuk pengadilan untuk bersaksi sebab bibit bobot kualitas pemimpin bukanlah bakal maling uang rakyat” timpal Julham Firdaus

” Kami merumuskan calon walikota bukan calon yang bakal tersangkut kasus korupsi dan bermasalah hukum, kami ingin pastikan calon pemimpin Tangsel benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat Tangsel seutuhnya”. tutup Julham Firdaus

Pertemuan direncanakan akan segera ditindaklanjuti dengan pemasangan simbol protes penolakan warga terhadap calon walikota yang mengikuti pilkada Tangsel 2020 seperti melalui baliho dan spanduk pengumpulan sejuta tanda tangan masyarakat miskin dan warga Tangsel (Red/May)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *