oleh

Diskusi Online Terobosan Dunia Usaha, Pendidikan dan Keamanan di Masa Pandemi COVID-19

Selamat Idul Fitri 1441 H

Jakarta, TribunAsia.com-Ikatan Keluarga Besar Lembaga Kajian Mahasiswa (LKM) UNJ berkerjasama dengan IKA Prodi Elektro serta HIPMI PT Jaya melaksanakan diskusi online dengan tema: ” Produktifitas Selama Bulan Ramadhan Di Masa Panedmi COVID-19″ secara virtual pada pukul 15.00 sampai 17.00 Wib.

Diskusi online ini dalah seri 2 dari program bidang kajian IKA LKM yang merupakan hasil dari penyerapan aspirasi anggota terhadap permasalahan yang sering muncul ditengah-tengah masyarakat kita.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Ketua IKA LKM, Masus Subekti MT menjelaskan dalam pembukaannya bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerjasama dengan IKA Prodi Pendidikan Elektro dan HIMPI PT Jaya untuk mengupas dan memberikan solusi terhadap pelaku usaha, bidang pendidikan dan bidang keagamaan.

Hadir para narasumber sesuai dengan bidang masing-masing yaitu M. Aaron Annar Sametoding (Wakil ketua umum BPD HIPMI Jaya), Basuki Surodjo (Ketua Umunm BPC HIMPI Jakbar), Yuli Rahmawati, M.Sc, Ph.D ( Ketua Prodi Pendidikan Kimia UNJ) dan Dr. Samsi Setiadi, M.Pd (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FBS UNJ).

Dengan diskusi online ini agar peserta dan masyarakat secara umum dapat diberikan pandangan dan strategi dalam meningkatkan produktifitasnya dalam 3 bidang tersebut dengan cara-cara yang efektif dan pastinya berbeda dengan kondisi normalnya.

Dr. Komarudin sebagai Rektor UNJ dan Ketua Dewan Pembina IKA LKM memberikan sambutannya pada kegiatan ini dengan memberikan pesan bahwa IKA LKM adalah organisasi kekuatan alumni dibidang penalaran yang harus terus menerus memberikan kontribusi yang nyata dalam hal ide dan gagasan untuk memberikan alternatif peyelesaian masalah yang berkembang dimasyarakat.

Pada tema ini, menurut Dr. Komarudin ” Seharusnya aktivitas keagamaan dan pendidikan harusnya malah memiliki waktu luang yang lebih. Karena berada dirumah pada masa pandemi covid19, ini mejadi peluang bagaimana setiap individu bisa lebih produktif lagi untuk beribadah dirumah juga bagi para dosen, guru dan mahasiswa bisa lebih produktif lagi dalam mengajar belajar serta menulis,” ungkapnya, Jum’at (22/5/2020).

Apalagi sebagai guru, lanjut dia, ini momentum untuk mengimplementasikan kemerdekaan belajar yang diminta oleh menteri pendidikan, agar guru memaksimalkan potensinya untuk memberikan materi, media dan strategi belajar sebagai bentuk kemerdekaan belajar dalam menjalankan keprofesioanalan kompetensinya.

Berbeda pada dunia usaha, memang ini yang sangat terdampak akibat pandemi covid19. Tetapi tidak semua lini usaha terdampak, karena usaha yang bersifat mikro atau usaha mikro kecil menengah (umkm) masih bisa berkembang karena berinteraksi langsung antar masyarakat yang memang sudah memiliki pangsa pasarnya sendiri.

Pada bulan Ramadhan kali ini yang membedakan adalah bertepatan dengan wabah pandemi Corona. Semua aktivitas dan program diseluruh jenis bidang harus menyesuaikan dan beradaptasi secara cepat dan benar. Salah satu yang dominan adalah bidang ekonomi, pendidikan dan keagamaan.

Ketiga bidang ini sangat terasa dampak dari pandemi dan bisa menjadikan blunder kala tak siap dalam antisipasi dan solusi. Diawali dengan masalah kesehatan, secara cepat dan tepat yang sudah memiliki sop baik dari lembaga dunia (WHO) maupun lembaga profesional bisa dengan sigap melaksanakan standar penanganan dan pelayanan dalam pencegahan dan pengobatan orang terinfeksi COVID-19.

Tapi lain halnya dengan tiga bidang tadi, cukup mengejutkan dan sporadis masing-dalam tata cara menyikapinya. Sering sudah tak asing dibidang ekonomi, pelaku usaha sudah banyak menyuarakan kegentingan tuk sebatas bertahan, dunia pendidikan pun tak kalah heboh, dipaksa bermanufer dengan segala keterbatasan menggunakan teknologi informasi dan lain lainnya.

” Demi tetap keberlangsungan proses pembelajaran dan tak kalah menarik, pandemi ini bertepatan dibulan Ramadhan yang bagi umat Islam di Indonesia adalah bulan sakral tuk berlomba lomba dalam kebaikan melalui syiar ibadah dan aktivitas lainnya,” jelasnya.

Menurut M. Aaron Annar Sametoding ada 11 bidang usaha yang diberikan perhatian khusus oleh pemerintah, ini karena bidang usaha tersebut adalah yang terdampak langsung pandemi COVID-19. Bidang itu yaitu:

1). Pangan seperti peternakan, perikanan, perkebunan dan agrikultura, 2). Perdagangan bebas dan eceran, 3). Ketenagalistrikan dan energi terbarukan, 4). Minyak dan gas bumi, 5). Tambang dan batu bara, 6). Kehutanan, 7). Pariwisata dan ekonomi kreatif, 8). Telekomunikasi dan penyelenggara internet, 9). Logistik, 10). Transportasi darat, udara, angkutan sungai dan penyeberangan dan 11). Konstruksi.

Kata dia, inilah 11 sektor usaha dan jasa yang diberilkan insentif pajak oleh pemerintah dengan harapan tidak terjadi phk secara besar-besaran. Industri yang terdampak adalah industri yang bersifat offline dibandingkan dengan industri online.

” Mereka tidak bisa beradaptasi secara online karena memang harus hadir secara fisik seperti pariwisata dan lain-lain. Maka disini terjadi krisis ekonomi yang kemungkinan terjadi resesi,” ujar dia.

Menurut M. Aaron, yang lebih menjanjikan adalah ekonomi kreatif karena ia berfungsi menyumbang 1.000 triliun pada PDB kita.

” Bidang ini juga menyerap lapangan pekerjaan yang cukup banyak. Phase pandemi terbagi tiga yaitu disrupsi yaitu perubahan live style dll, confuse yaitu kebingungan dalam menghadapi kehidupan yang berbeda dan adaptasi “The New Normal” adalah bagaimana setiap individu menemukan pola pola kehidupan yang baru,” tandasnya.

Pasca pandemi ini akan ada trend yang berkembang yaitu setiap individu akan lebih banyak dirumah, kebutuhan akan lebih mementingkan kebutuhan dasar maslow yaitu pangan dan kesehatan tidak lagi aktualisasi diri, pemanfaatan teknologi virtual, dan yang terakhir adalah semakin meningkatnya empatik, solider dan saling membantu.

Sekedar informasi, ” Alhamdulillah diskusi ini berjalan dengan baik, dengan dihadiri 150 peserta dari berbagi instansi dunia usaha, perguruan tinggi, sekolah maupun lembaga pemerintahan lainnya dan berbagai daerah luar negeri maupun dalam negeri,” sambungnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *