oleh

Demokrasiana Institute: UU No 2 Tahun 2020 Rawan Penyalahgunaan Korupsi

Selamat Idul Fitri 1441 H

Demokrasiana Institute: UU No 2 Tahun 2020 Rawan Penyalahgunaan Korupsi

DPR baru saja menyetujui usulan pemerintah dengan mengesahkan Perppu No 1 Tahun 2020 menjadi Undang Undang No 2 Tahun 2020, pengesahan ini sangat disesalkan mengingat terjadi dibawah hujan kritik yang meminta agar Perppu tersebut dievaluasi terlebih dahulu, UU No 1 Tahun 2020 bertentangan dengan semangat pemberantasan korupsi, dengan dalih kegentingan yang memaksa karena pandemi covid 19 UU ini justru membuka lebar celah praktik korupsi, demikian disampaikan Koordinator Presidium Demokrasiana Institute, Zaenal Abidin Riam.

Iklan RB

“UU No 2 Tahun 2020 sangat rawan diselewengkan ke arah korupsi, potensi itu terlihat jelas dalam Pasal 27 ayat 1, 2, dan 3,” jelas Enal, Kamis (21/5).

Secara spesifik Pasal 27 memberikan kekebalan hukum kepada pejabat pemerintah khususnya di bidang keuangan seperti Komite Stabilitas Sistem Keuangan, OJK, Kemenkeu, LPS dan BI.

“Ada gelontoran dana yang sangat besar disertai kewenangan besar tanpa disertai mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban, ini berbahaya, praktik korupsi terbuka lebar, celakanya bila terjadi korupsi maka pihak terkait tidak bisa dituntut,” ungkap Enal.

Lanjut Enal “Pemerintah tidak belajar dari dua kasus besar yang merugikan negara, BLBI dan Century, kedua kasus tersebut terjadi karena tidak adanya pengawasan ketat terkait penggunaan anggaran,” sambungnya.

Sikap DPR yang memilih mengesahkan Perppu menjadi UU menimbulkan tanda tanya besar, semua fraksi di DPR minus satu fraksi menyetujui pengesahan UU tersebut, padahal di awal berbagai fraksi mengkritik Perppu ini.

“Di awal banyak yang mengkritik dan menyatakan tidak sepakat, tapi ujungnya ramai-ramai mengesahkan, ini aneh, DPR hanya menjadi tukang stempel kebijakan pemerintah, fungsi pengawasannya nyaris tak terlihat,” tutup Enal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *