oleh

Mengantisipasi Pergeseran Ekonomi dan Pertahanan Secara Global dan Dampaknya Terhadap Ekonomi Indonesia

Selamat Idul Fitri 1441 H

 

oleh Crist Comari

Iklan RB

Dalam waktu 2 tahun kedepan, ekonomi Indonesia masih akan sulit karena akan ada pergeseran ekonomi dan pertahanan secara global.

Conflict potensi perang bukan hanya di Middle East/ Timur Tengah, kini akan ditambah satu daerah lagi, yakni di Asia Tenggara.

Saat ini RRC sedang berebut pulau dengan banyak negara diperairan Laut China Selatan dengan Vietnam Thailand, Malaysia, Kamboja
A dan Philipina, bahkan dengan India dan Japan .

USA akhirnya turun tangan dan kini pertahanan angkatan perang USA mulai berdatangan dan akan bertahan di Laut China Selatan kerja sama dgn negara-negara Asia untuk melawan kekuatan RRC yang saat ini mulai asserting power bullying negara-negara kecil di sekitar Laut China Selatan

Satu hal yang yang perlu diketahui dengan kebijakan Armada Perang negara USA.

Sekali angkatan perang negara USA itu keluar dari sarangnya, tidak akan begitu saja atau Pantang Pulang Kampung sebelum missions accomplished baik itu secara ekonomi, politik maupun militer.

Pada conflict dan dispute territory di Laut China Selatan negara USA tidak akan pernah membiarkan RRC membatasi freedom of navigations dan bullying negara-negara kecil di sekitar Laut China Selatan

Hal ini jelas, akan terjadi ketegabgan dan potensi conflict yg akan berkepanjangan di Laut China Selatan kecuali Beijing mau mengalah atau stands down terhadap tekanan USA dan menarik diri dari klaim territory 9 dash line dan menghentikan pembangunan artificial islands and airports di pulau-pulau kecil yang menjadi sengketa itu.

Potensi bagi negara RRC Tiongkok
mengalah terhadap tekanan USA akan sulit kecuali RRC mendapat banyak konsesi dibidang ekonomi dan perdagangan sebagai ganti rugi klaim territory di Laut China Selatan

Time will tell how this show of force will play out.

Secara ekonomi, USA, Japan dan beberapa negara Erofa sudah memulai memindahkan pabrik-pabrik mereka dari China ke negara ASIA lain seperti Bangladesh, India, Vietnam, Thailand, dll dan pelan-pelan negara itu akan memutuskan hubungan kerja sama dalam dunia perdagangan dengan RRC.

Di internal negara USA sudah mulai berdebat untuk mengambil kebijakan itu, memutus hubungan perdagangan dgn China 100%.

RRC CHINA akan dihadapkan pada 2 tantangan besar mulai tahun ini, yakni didunia pertahanan dan didunia perdagangan atau ekonomi

Perang dagang USA-China tidak akan berhenti, bahkan akan semakin memuncak.

Diprediksi, ekonomi China akan menurun dan terus menurun bahkan jatuh dlm waktu 2 hingga 5 tahun kedepan. Jatuh dalam arti, ekonomi China tidak akan sehebat sekarang ini nomer 2 didunia setelah ekonomi USA.

Dengan kondisi ekonomi RRC Tiongkok yang menghadapi potensi tantangan begitu besar dari banyak negara, hal ini akan membawa dampak negative terhadap ekonomi di Indonesia karena selama ini regime Jokowi dan Menko Luhut B. Panjaitan terlalu tergantung pada kerja sama dengan Tiongkok dan kekuataan ekonomi RRC.

Kalau ekonomi RRC jatuh, ekonomi Indonesia akan kena getahnya. Sekarang saja sudah terasa bagi Indonesia, dgn jatuhnya ekonomi RRC karena COVID 19.

Itu yang mesti diantisipasi paling tidak 2 tahun hingga 5 tahun kedepan.

Ekonomi Indonesia masih akan menghadapi masa masa sulit, sebisa bisanya mesti hidup hemat conservative, banyak menabung buat uang cadangan dimasa masa sulit minimal buat 2 tahun kedepan.

Ada 3 usaha yg bisa dilakukan sekarang untuk bisa bertahan dalam kondisi ekonomi dan usaha yang sulit, yakni memperkuat stock atau pertahanan pangan dimasing-masing daerah; jangan berharap bantuan dari pemerintah pusat, untuk kebutuhan sendiri atau dijual ke publik.

3 usaha yg bagus dilakukan 2 tahun hingga 5 tahun kedepan adalah:

1). Peternakan (ayam, kambing, sapi, dll.)

2). Pertanian (beras, polowijo, dan kebutuhan dapur lainya).

3). Perkebunan (buah buahan dan sayur sayuran ).
….
Hasil produk dari 3 usaha itu akan sangat diminati dan dibutuhkan disaat dunia usaha sulit dan ekonomi nyungsep.

Industry tourism, travel agencies, airlines, hotels, restaurants, rentals, real estates, banking dan korporasi masih akan menghadapi masa-masa kritis hingga 2 tahun kedepan.

Yang lebih parah lagi dgn COVID 19.

Dengan ketidakmampuan pemerintah pusat untuk mengatur dan melakukan koordinasi secara terpadu, simpang siur, tumpang tindah..

Menteri A bicara begini, Menteri B bicara begitu, Presidennya punya kebijakan yang membingungkan, tidak jelas apa itu mudik dan pulang kampung

Dengan lack of centralized order and reinforcements untuk menjalankan PSBB dengan baik dan terpadu; kini rakyat bertindak semauanya sendiri, tidak peduli lagi dengan social distancing measures yang dilakukan oleh pemerintah pusat.

Orang mulai berjubel-jubel di mall-mall, pasar, airport, pelabuhan dan tempat umum lainya tanpa memakai masker dan menjaga jarak

Apa artinya kebijakan social distancing dan PSBB yang tidak ada reinforcements.

Bila hal ini dibiarkan terus, gelombang kedua korban covid 19 hanya soal waktu.

Kita berharap yang terbaik, tapi kita mesti siap-siap menghadapi yang terburuk.

Untuk COVID 19, lebih baik menghindari daripada mengobati.

Jangan ikut tidak waras, tunggu paling tidak 3 minggu hingga 4 minggu setelah lebaran.

Bila dalam waktu 4 minggu setelah hari lebaran tidak ada kasus baru dan kematian yang significant, kurva covid 19 di Indonesia bisa akan terus turun dan flat.

Kecuali pemerintah pusat sengaja menyembunyikan info kasus baru dan kematian yang akan memperpanjang korban-korban baru covid 19.

Stay safe and stay at home.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *