oleh

Bilik Tes Usab Covid-19 Inovasi Multidisiplin Bidang Ilmu Dipakai RSUI

Selamat Idul Fitri 1441 H

 

Kreativitas dalam kebencanaan Covid-19, mengundang inovasi lintas pelbagai bidang ilmu di Universitas Indonesia (UI) untuk melahirkan karya uji usab penyakit virus mematikan asal Kota Wuhan, Hubei, Tiongkok.

Iklan RB

Dilaporkan tribunasia.com, Kamis (21/5). Kolaborasi lintas ilmu dari dokter di Fakultas Kedokteran (FKUI), insinyur di Fakultas Teknik (FTUI) dan para akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UI) bekerjasama dengan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI),  berhasil mengembnagkan bilik uji usab (BUU). Temuan BUU ini sebagai alat penunjang pemeriksaan usab rantai reaksi polymerase (RRP) atau polymerase chain reaction (PCR).

Aturannya, dalam uji usab Covid-19 (UUC-19) ini, petugas medis mengambil contoh lendir dari saluran pernapasan, dari hidung dan tenggorokan. Contoh ini kemudian dibawa ke laboratorium dan diperiksa di bawah mikroskop untuk mendeteksi ada-tidaknya DNA virus penyakit korona ini.

Dekan FKUI, Profesor, Doktor, Dokter Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB menuturkan keberadaaan BUS ini dirancang oleh kolaborasi lintas keilmuan di UI.

“Ini tentu sangat penting dan bermanfaat untuk melindungi para tenaga medis dalam pemeriksaan virus Covid-19. Selain ada rasa aman, para tenaga medis yang memeriksa pasien dengan menggunakan bilik uji usab ini juga akan merasa nyaman. Inovasi yang sangat bermanfaat untuk mengatasi pendemi Covid-19.” ujar Syam.

Sementara itu, Dekan FEBUI Doktor Beta Yulianita Gitaharie, S.E., M.E., ungkapkan, inovasi BUU ini juga dapat menjadi faktor pendorong ketahanan ekonomi di tengah masa pandemi Covid-19.

“Kehadiran Bilik Swab Test Covid-19 merupakan bukti nyata bahwa kita telah tiba pada suatu jaman dimana kolaborasi adalah kunci untuk melangkah maju bersama-sama. Kemandirian dalam berproduksi khususnya pada bidang kesehatan di masa pandemi ini tidak hanya akan meningkatkan ketahanan di sektor kesehatan, tetapi juga mendorong ketahanan ekonomi.” ujarnya. 

Menurut Badan Kesehatan adunia (BKD) Perseriaktan Bangsa Bangsa pemeriksaan usab sampai hari ini masih merupakan cara emas untuk pemeriksaan Covid-19. Kikarenakan tingkat realibilitas dan validitasnya yang lebih tinggi dibanding metode pemeriksaan lain. Namun, uji usab tentu menjadi tantangan tersendiri bagi petugas medis yang melakukan pengambilan contoh karena, harus berhadapan atau kontak langsung dengan orang yang diambil contoh cairan usabnya.

Saat ini, RSUI baru menggunakan satu BUu yang berada di area pemeriksaan Poli Melati. Bilik ini dilindungi dengan disinfektan dan ultraviolet sehingga menjamin tetap aman untuk dilakukan pemeriksaan pada pasien berikutnya.

Untuk komunikasi dengan pasien di luar, bilik dilengkapi sistem penerangan dan audio.

“Adanya bilik swab test juga merupakan upaya RSUI dalam menerapkan pencegahan dan pengendalian penularan virus corona, khususnya saat pengambilan sampel.” ujar Astuti.

Selain itu, RSUI telah menerapkan protokol kesehatan pengendalian infeksi yang ketat di area rumah sakit sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk datang ke rumah sakit.  (Hira)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *