oleh

Indonesia Butuh Presiden yang Konsisten dan Nasionalis Sejati

Selamat Idul Fitri 1441 H

Oleh : Abd. Hamid Rahayaan

(Penasehat Peribadi Ketua Umum PBNU)

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Kekacauan bangsa dan negara yang terjadi selama ini tak lepas dari pengaruh kelompok kepentingan yang selalu menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Kehadiran mereka menjadi penyebab utama kehancuran suatu bangsa.

Di Indonesia ada tiga kelompok kepentingan yang memiliki pengaruh yang kuat, pertama, koruptor yang mendapat fasilitas dan dukungan penguasa. Kedua, kelompok yang berpaham radikal yang ingin mengganti dasar negara. Dan yang terakhir, mereka yang berpaham komunis. 

Kehadiran tiga kelompok ini di Indonesia  banyak memberikan pengaruh bagi pemerintah dalam menentukan beberbagi kebijakan. Terutama pada sektor ekonomi yang selalu menjadi incaran mereka. Sehingga, keberadaan mereka telah menjadi ancaman yang serius bagi stabilitas politik, ekonomi, dan keamanan, serta telah memicu berbagai gejolak di masyarakat.

Sebut saja, koruptor yang merupakan musuh terbesar bangsa Indonesia saat ini. Tapi ironisnya, di Pemerintahan Jokowi ini koruptor masih bebas melakukan kejahatan. Aturan yang dibuat pun semakin mempersulit penegak hukum dalam melakukan pemberantasan korupsi. Hal ini sama halnya pemerintah sengaja memberikan ruang bagi para koruptor untuk merampok uang negara.

Kemudian, ada kecurigaan bahwa regulasi yang dibuat pemerintah yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi telah ikut di intervensi oleh kelompok ini sehingga, aturan yang dibuat sengaja untuk melindungi para koruptor dalam melakukan kejahatan. Walhasil banyak pejabat kita baik di pusat maupun daerah terjerat kasus korupsi

Kemudian kelompok yang memiliki pengaruh cukup kuat di Indonesia saat ini adalah komunis. Bagaimana tidak, di Pemerintahan Jokowi mereka seakan mendapatkan keistimewaan. Tak heran jika perlahan ekonomi Indonesia akan dikuasai oleh kelompok ini. Apalagi ketergantungan pemerintahan Jokowi sangat besar terhadap kelompok ini. Dimana mereka memiliki modal yang kuat sehingga dengan mudah mengatur dan mempengaruhi setiap kebijakan pemerintah.

Bukan hanya persoalan ekonomi yang ditakutkan tapi, yang menjadi ancaman terbesar adalah berkembangnya paham komunisme di Indonesia. Kita memiliki sejarah yang kelam dengan komunisme karena itu, jangan sampai peristiwa yang sama terulang kembali di Indonesia.

Di rezim Jokowi paham komunis seakan dibiarkan berkembang. Dipelbagai daerah organisasi komunis mulai bermunculan bahkan secara terang-terangan mereka mengajarkan paham komunisme di masyarakat.

Kelompok radikalisme juga sedang tumbuh subur di Indonesia, dan hampir di semua instansi pemerintahan kini diisi oleh orang-orang yang berpaham radikalis. Jika pemerintah tidak meresponnya dengan cepat dikhawatirkan pengaruhnya semakin luas. 

Kita semua tahu bahwa berbagai tindakan terorisme kini terjadi dimana-mana akibat pengaruh paham radikal, dan tindakan mereka telah memakan korban yang cukup banyak. Dimana rakyat dibuat resah dengan aksi kelompok ini yang selalu menebar ketakutan. Untuk itu, tugas pemerintah semakin berat dalam memperbaiki bangsa ini dari ancaman berbagai kelompok kepentingan yang telah mengakar dan mendapat dukungan yang kuat baik di dalam maupun luar negeri.

Pemerintah harus cepat dalam mengatasi pengaruh kelompok kepentingan yang setiap saat mengancam kestabilan negara. Jangan sampai kemudian pemerintah lamban dalam menghalau setiap ancaman yang muncul baik dari segi, politik, ekonomi, hingga keamanan. Ha ini adalah tugas berat yang sedang dihadapi Presiden Jokowi selaku pemimpin tertinggi di negara ini. Pertanyaannya adalah apakah Jokowi mampu keluar dari pengaruh kelompok-kelompok tersebut atau justru sebaliknya tersandera oleh kepentingan mereka sehingga tidak bisa berbuat apa-apa.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana caranya mengatasi kelompok-kelompok tersebut supaya tidak mengembangkan pengaruhnya di Indonesia. Jawabannya adalah dibutuhkan presiden yang tegas dan berjiwa nasionalis sejati agar bisa mengendalikan semua kelompok yang dapat merugikan kekayaan negara dan merongrong stabilitas negara.

Pemimpin yang demikian tidak mudah terkontaminasi dengan kepentingan kelompok manapun yang ingin mengubah ideologi serta mengambil kekayaan Indonesia. Sehingga presiden dapat menyelamatkan bangsa dan negara dari segala macam cara dan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Jika tidak tak mampi maka Presiden Jokowi harus bertanggung jawab akibat kerusakan dan kerugian rakyat, bangsa, dan negara. (Ed. Hira)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *