oleh

Disinyalir Pengerjaan Dua Gedung Cabang PDAM Kota Depok Tak Profesional

Selamat Idul Fitri 1441 H

Depok, TribunAsia.com-Komunitas Masyarakat Peduli Lingkungan Tanah Air (KMPLTA) Kota Depok menyoroti, kualitas dan profesionalitas perusahaan yang melakukan pengerjaan pembangunan dua Kantor Cabang PDAM Tirta Asasta Kota Depok di Wilayah Timur dan Wilayah Barat. Pasalnya, besi bangunan yang akan digunakan untuk bor pile atau pondasi gedung itu dibiarkan tergeletak berkarat di sekitar area pembangunan.

Ketua KMPLTA Djama mendesak, Plt Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Banu, untuk menugaskan pengawas lapangan atau PPTK PDAM melakukan pengawasan dan memastikan bahan material yang digunakan kontraktor untuk membangun dua gedung kantor cabang PDAM itu terjamin mutunya.

Iklan RB

“Ini kan tidak profesional kontrak kalo begini cara memperlakukan bahan material yang akan digunakan untuk pembangunan. Apalagi apabila besi berkarat itu sedianya akan digunakan untuk pondasi gedung, mengapa asal diletakkan begitu saja hingga berkarat?,” kata Ketua LSM KMPLTA Jamal. Dilaporkan tribunasia.com, Selasa (08/05/2020).

Mengapa itu bermasalah? Pertama karena mutu besi krusial untuk konstruksi bangunan. Apalagi besi itu akan digunakan untuk bor pile atau pondasi. Besi berkarat akan mengurangi mutu dan daya tahan konstruksi bangunan.

Menurut Jamal, dalam kasus penggunaan baja tulang di dalam proyek, jika baja tulang dibiarkan telanjang, permukaan akan diselimuti oleh lapisan oksida kecoklatan yang terbentuk karena proses korosi di sepanjang permukaan tersebut. Jika dibiarkan terus, besi baja akan menurun tingkat kekuatannya. Padahal, di RAB sudah dijelaskan agar menaruh seluruh barang material di dalam gudang proyek. Hal ini bertujuan untuk menjaga dan menjamin mutu bahan-bahan material yang akan digunakan.

“Jangan hanya karena  Dirut PDAM sekarang pelaksana tugas dikira tidak mengerti proyek. Apakah tidak mungkin anggota di lapangan main mata dengan kontraktornya,” ungkap Jamal.

Ketika dikonfirmasi, Manager Pembangunan PDAM Tirta Asasta Dirman, belum bersedia memberikan keterangan (hira).

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *