oleh

Jabar Terancam Bangkrut Akibat Taun Covid-19, Ridwan Kamil Minta Keadilan Fiskal ke Pempus

Selamat Idul Fitri 1441 H

 

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (ist)                                                                                        Bandung, TribunAsia.com–Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil blak-blakan bicara kondisi rakyat yang dipimpinnya menderita akibat pandemi mundial Coronavirus Disease tahun 2019 (Covid-19). 

 

Iklan RB

 

Dilaporkan tribunasia.com, Jumat (8/5). Akibat penyakit yang menyerangan pernapasan akut berat dengan kode genetik SARS-Cov-2 (severe acute respiratory syndrome-related coronavirus-2) ini, dipaparkan oleh Ridwan Kamil sekira 76% dari sekira 50 juta populasi di Jawa Barat (Jabar) jatuh melarat menjadi 38 juta jiwa. Sebelum taun mematikan ini membuat teror, selama ini sudah ada 9,4 warga Jabar yang melarat sehingga mendapat fasilitas subsidi. 

“Yakni perspektif anggaran yang perlu diterapkan pemerintah pusat ke daerah harus berdasarkan jumlah penduduk, bukan jumlah wilayah. Provinsi Jabar yang memiliki jumlah penduduk lebih besar namun anggaran yang diberikan pemerintah pusat lebih sedikit dibanding provinsi lain yang penduduknya lebih sedikit. Contohnya berkaitan dana desa yang dibagikan berdasarkan jumlah desa bukan jumlah penduduk,” ujar Ridwan Kamil dalam di Web Seminar Online Seri IV Institut Pembangunan Jawa Barat (Injabar) Universitas Padjadjaran (Unpad) di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (7/5/20) dari pelepasan pers Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Jabar Hermansyah.

Situasi sekarang, di triwulan pertama dan kedua fiscal quarter (Q1 yaitu bulan Januari, Februari, dan Maret, serta  Q2 yaitu April, Mei, dan Juni), Ridwan Kamil mensinyalir pentingnya keadilan fiskal.

Ridwan Kamil mengatakan ada ketidakadilan fiskal dari pemerintah pusat (pempus) kepada Jabar. Disayangkan bahwa cara pemerintah pusat memberikan dana kepada daerah berdasarkan proporsi penduduk itu tidak pernah dijadikan patokan. 

“Dan terasanya pada saat Covid-19 kini. anggaran sedikit penduduk kita banyak, sementara provinsi lain penduduknya sedikit anggarannya lebih banyak, maka menolong orangnya akan lebih berkualitas,” sesal Ridwan Kamil kepada Pempus Indonesia. 

Padahal, selain Pemprov DKI Jakarta, Pemprov Jawa Barat adalah pemerintah daerah yang sangat responsibel dan berdedikasi menangani pencegahan taun Covid-19 ini. 

“Bahwa COVID-19 ini adalah perang yang meluluhlantakkan semua dimensi pembangunan, tidak hanya kesehatan, ekonomi, sosial, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Ridwan Kamil, dikesempatan webminar itu juga menyampaikan bahwa saat ini Jabar mampu mengetes kurang lebih 2.000 sampel per hari dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 15 laboratorium. Jabar juga memiliki 54 lokasi pekuburan yang telah disiapkan untuk korban kematian Covid-19.

Selain itu, dia tegaskan Pemprov Jabar selekas memperbanyak pengujian di tempat-tempat kerumunan seperti pasar tradisional. Sedangkan jumlah pasien positif yang dirawat di rumah sakit dari sekira 400-an di akhir April maka, pada pekan pertama Mei ini sudah tinggal 300-an pasien positif yang ada di rumah sakit.

Kemudian, jumlah jiwa kematian juga berkurang. Dari tujuh kematian per hari sekarang jadi empat kematian per hari. Baiknya juga, jumlah kesembuhan naik dua kali lipat. Diharapkan tren positif ini terus terjaga. (Hira)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *