oleh

Pendidikan Kita Mengabdi Kepada Siapa?

Selamat Idul Fitri 1441 H

Pendidikan merupakan sektor vital dalam sebuah negara, maju mundurnya sebuah negara sangat ditentukan oleh baik buruknya kualitas pendidikan di negara tersebut, sangat mudah mengidentifikasinya, negara maju di dunia ini pasti memiliki kualitas pendidikan yang baik. Dalam konteks Indonesia pendidikan belum bisa disebut berada pada level terbaik, masih banyak sengkarut yang perlu dibereskan, salah satunya, dalam praktik, pendidikan Kita sesungguhnya mengabdi kepada siapa? Atau dalam bahasa lebih terbuka, kepentingan pihak mana yang dilayani dunia pendidikan?

Sekali lagi saya tekankan bahwa kita berbicara dalam praktik, jadi yang dinilai adalah praktik dunia pendidikan, bukan teorinya yang sangat ideal. Pada dasarnya mengidentifikasinya tidak susah, tinggal menelusuri pola pikir yang sering dijejali kepada siswa dan mahasiswa saat masih di bangku pendidikan, anda tentu familiar dengan kalimat ini, bersekolah lah dengan sungguh-sungguh agar kelak mendapat pekerjaan yang baik, pekerjaan erat kaitannya dengan pasar, perusahaan membutuhkan lulusan dari institusi pendidikan untuk menjalankannya roda bisnis mereka, di bagian ini pendidikan mengabdi pada kepentingan pasar. Secara tak sadar inilah pola pikir yang terbangun.

Iklan RB

Apakah guru adalah aktor utama yang mesti dipersalahkan dengan pembentukan mindset keliru tersebut, tentu bukan, aktor utamanya adalah kolaborasi antara pemerintah dan korporasi, korporasi membutuhkan tenaga kerja terdidik yang dipasok dari institusi pendidikan sementara pemerintah memiliki legitimasi mengarahkan anak didik memenuhi tuntutan pasar, pendidikan model seperti ini hanya menjadikan peserta didik sebagai sapi perah, keringat mereka diperas untuk memuluskan jalan bagi korporasi.

Dunia pendidikan semestinya memberikan kebebasan bagi siswa, merdeka mengembangkan potensi dan bakatnya, juga menanamkan karakter sebagai manusia, pendidikan harus benar-benar bertindak sebagai alat memanusiakan manusia, pendidikan semestinya memproduk manusia yang memiliki akhlaq/karakter yang baik, mampu berpikir merdeka, pikiran yang merdeka akan melahirkan inovasi, inovasi adalah pembuka jalan bagi kemajuan. Mendapatkan pekerjaan itu memang perlu, tapi tujuan pendidikan lebih tinggi dari sekadar mencari pekerjaan. Selamat Hari Pendidikan Nasional.

Zaenal Abidin Riam
Koordinator Presidium Demokrasiana Institute

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *