oleh

Renungan Disisa Umur Kekosongan Dan Kesombongan

Selamat Idul Fitri 1441 H

oleh Apriyani
Sahabatku,
Mobil, motor pribadi tak lagi beranjak dari garasi. Jet pribadipun terparkir rapi di bandara. Lalu lintas udara telah ditutup. Masing-masing negara focus untuk merawat warganya, berperang melawan musuh kecil yang tak terlihat.

Setiap manusia terkurung dalam kamarnya. Pakaian dari designer terkenal, pakaian,sepatu, tas, jaket dan jam bermerek, minyak wangi dan seonggok alat make up kehilangan artinya, tergeletak tak berguna dikamar.

Iklan RB

Tak ada lagi meeting dan dinas keluar kota/luar negri mendadak ataupun meeting bisnis yang menyita waktu sehingga sering kali kita tak punya lagi waktu untuk keluarga dan untuk Allah SWT.

Tak ada lagi pesta yang harus dihadiri, tak ada lagi nonton bareng, tak ada pula tongkrongan di cafe, tak ada lagi arak2an dan pesta seni, bahkan uang pun terhenti di bank.. semua tak ada arti.
Apalagi yg bisa disombongkan & dibangga2kan dlm keadaan seperti ini?

Saat ini Allah SWT sedang membukakan mata setiap orang ..
Yang terpapar di RS saat ini dengan kelas yang sama tidak ada lg kelas VIP , Super VVIP .. Orang Banyak harta dan orang Miskin harta semua sama bersatu di ruang & kelas yg sama utk berjuang melawan penyakit dengan pelayanan yg sama.
Saat meninggalpun di peti yang sama tidak ada lagi peti berlapis emas & tanpa bisa ditemani diantar org2 tercinta ke liang lahat dan tidak ada yg bisa dibawa mati selain amal dan kain kafan.
Orang Kaya di saat sehat pasti semua orang mendekat & saat divonis terkena virus mematikan ini, walaupun kaya raya semua org pasti menjauh.

Bahkan Masjid yang megah dan indah pun sekarang kosong, tiba waktunya setiap orang menyembah Allah SWT di dalam mencapai kebenaran dan dalam hati.

Yang kita butuhkan hanya makanan dan udara tuk di hirup, kita hanya ingin hidup. Selebihnya menjadi tidak penting lagi.

Dunia tak pernah melihat kesombongan narsis seperti di jaman ini!

Kabar baiknya; kita diberikan 1 kesempatan lagi untuk introspeksi bertobat, melihat ke dalam diri, bertanya kepada Allah SWT : ”Kenapa Allah SWT membiarkan saya hidup? Untuk bertobat/ bersenang2kah atau mengumpulkan uang sebanyak2nya untuk jalan2,membeli mobil, rumah, apartemen, hp barukah? Atau mungkin untuk menyelesaikan pendidikan sarjana S1, S2 dan S3 ?_*yang tidak bisa dibawa mati.
Apakah tujuan hidupku sekarang? Apakah tujuan hidupku setelah pandemi Covid 19?

Mengapa Allah SWT menyelamatkan aku dan mengijinkan yang lain mati?

Manfaat apa yang harus kubawa untuk sesamaku manusia, apa yang harus kulakukan dengan sisa hidupku untuk Allah SWT sehingga Allah SWT memberikan ku satu kesempatan lagi?

Mari kita berdoa dan bertobat. Membuat komitmen baru untuk menjalani hidup ini dengan lebih berarti…

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
(Qs. Al-Hasyr 59 : 18)

وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ نَسُوا۟ ٱللَّهَ فَأَنسَىٰهُمْ أَنفُسَهُمْ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik”.

لَا يَسْتَوِىٓ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ وَأَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۚ أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ

“Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga ; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung”.
(Qs. Al-Hasyr 59 : 19-20)

Salam sehat
Semoga Allah SWT Merahmati kita semua…
Aamiin..

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *