oleh

Perhatikan, Ayo Patuh. PSBB Covid-19 di Kota Depok Hingga 12 Mei 2020. Positif 256, Sembuh 31, dan Mati 18 Orang

Depok, TribunAsia.com- Setelah Kota Depok menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Covid-19 tahap pertama tanggal 15 – 28 April 2020. Hari ini, Selasa petang, (28/4) Gubernur Jawa Barat kembali menetapkan PSBB di Kota Depok beserta Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Dilaporkan TribunAsia.com, Selasa (28/4). Siaran pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Depok, merujuk pada Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.250-Hukham/2020 tanggal 28 April 2020 dalam rangka percepatan penanganan pandemi penyakit viruskorona asal Kota Wuhan, Cina ini, PSBB tahap kedua berlaku selama empat belas hari terhitung mulai tanggal 29 April 2020 hingga 12 Mei 2020.

“Pemberlakuan PSBB sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU dapat diperpanjang apabila masih terdapat bukti penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Keputusan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Bandung pada tanggal 28 April 2020,” sebut SK Gub Jabar ini.

 

Sedangkan evaluasi jumlah kasus Covid-19 di Kota Depok, Wali Kota Depok Mohammad Idris selaku Ketua GTPP meriliskan, data Kasus Konfirmasi, orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pantauan (ODP), dan pasien dalam pantauan (PDP). Untuk jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 256 orang, sembuh 31 orang, dan mati 18 orang yang termasuk seorang petugas team medis di DKI Jakarta warga Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya, Kota Depok mati dan sempat dilayati oleh Gubernur Anies Baswedan, Sabtu (25/4).

“PDP yang meninggal saat ini berjumlah 52 orang. Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI,” sebut Idris menjelaskan.

Kemudian, berkenaan evaluasi jumlah kasus pada PSBB pertama, yang dilaksanakan sejak tanggal 15-28 April 2020 yakni, selama pasca-PSBB diterapkan terjadi peningkatan kasus konfirmasi rata-rata 8-9 orang per hari jika, dibandingkan pra-PSBB yang
rata-rata 6-7 orang per hari.

“Peningkatan kasus terkonfirmasi terjadi karena telah dilaksanakan Rapid Diagnostic Test (RDT) dan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan Swab PCR, serta terdapat penambahan kasus konfirmasi dari PDP yang hasil Swab PCR-nya positif,” ungkapnya.

Selanjutnya, untuk penambahan rata-rata jumlah OTG, ODP dan PDP per hari lebih sedikit pasca-PSBB dibandingkan dengan pra-PSBB. Rinciannya, Penambahan OTG rata-rata 22-23 orang per hari selama PSBB dibandingkan sebelum PSBB rata-rata 48-49 orang per hari.

Di kelompok ODP yaitu, rata-rata 32-33 orang per hari selama PSBB dibandingkan pra-PSBB yang rata-rata 83-84 orang per hari. Sedangkan penambahan PDP rata-rata 26-27 orang per hari selama PSBB dibandingkan sebelum PSBB rata-rata 27-28 orang per hari. Hal ini dikarenakan adanya tren perbaikan di dalam penemuan dan penanganan kasus OTG, ODP dan PDP di masyarakat yang sudah waspada dengan kemungkinan terjadinya lonjakan kasus terjangkit penyakit mematikan ini. (Hira)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *