oleh

NASIB DRIVER OJOL : mana perhatian GOJEK & GRAB BIKE ?

Selamat Idul Fitri 1441 H

Oleh : Namruddin DF
(Ketua Masyumi Reborn DKI)

Wabah corona masih berlanjut, belum tahu kapan berakhirnya. Pemerintah enggak full bertanggung jawab, alias setengah setengah. Di saat pemerintah kurang maksimal Alhamdulillah banyak ormas dan warga yang peduli. Di lapangan kita saksikan banyak pembagian masker gratis, penyemprotan disinfektan ke rumah penduduk, masjid 2, sekolah 2 sampai dengan pembagian sembako dan makanan gratis. Ormas yang terlihat aktif aksi kemanusiaan antara lain FPI, PA 212, Masyumi Reborn DKI, FUI, Bang Japar, PEJABAT dan masih banyak ormas lainnya. Mereka “dengan radikalnya” terjun langsung ke masyarakat.
Namun di tengah wabah yg melanda negeri ini dan di tengah maraknya antusias sebagian warga dan ormas membantu sesama ada satu pemandangan yang membuat kita miris, yaitu para driver ojek online (ojol) yang nasibnya tidak menentu. Dengan di berlakukannya PSBB oleh pemerintah, yang salah satu peraturannya satu kendaraan bermotor hanya boleh di tumpangi satu orang saja, menjadikan penghasilan mereka turun drastis. Sebagian besar mereka terlihat bergerombol saja. Bahkan (maaf) kalaupun ada yang operasional di jalan itu terkesan mencari titik pembagian donasi.
Mereka terlihat mengetuk hati warga untuk peduli dengan nasib mereka. Diantara cara yang mereka lakukan adalah dengan menjual air mineral kepada warga dengan harga “seikhlasnya” dengan tulisan di kardus “Anda Membeli Berarti Anda Peduli Dengan Nasib Kami”.
Belum lagi kita saksikan tayangan di video yang memperlihatkan dua orang driver ojol menangis sejadi jadinya meratapi nasib mereka.
Mana perhatian pemerintah.. ? Mana perhatian penyelenggara ojol (Go Jek & Grab Bike)…?
Khususnya sekali lagi kami tanya kepada pihak Go Jek & Grab Bike, mana perhatian dan tanggung jawab anda ?
Ribuan driver anda sedang galau dan dalam kesusahan, di mana hati nurani anda ?
Go Jek dan Grab Bike selama ini sudah untung sangat besar. Bagaimana mereka tidak untung besar, bayangkan perusahaan jasa transportasi tanpa punya kendaraan. Hanya modal aplikasi.
Untuk itu pada kesempatan yang baik ini saya mengetuk kepada pihak Go Jek maupun Grab Bike untuk peduli pada nasib drivernya. Mereka punya anak istri yang perlu di kasih makan, perlu pengobatan dll. Jangan biarkan driver anda terlunta lunta nasibnya di tengah wabah corona.
Apalagi salah satu owner dari ojol tersebut saat ini nangkring di pemerintahan.

Iklan RB

Jakarta, 6 Romadhon 1441 H.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *