oleh

KPAI Melakukan Survei PPJ, 50 Persen Guru Kejar Target Kurikulum

Selamat Idul Fitri 1441 H

Jakarta, TribunAsia.com-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan survey Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kepada siswa dengan melibatkan 1700 responden siswa. Namun, selain siswa KPAI juga ingin mengetahui persepsi guru tentang PJJ.

Data dari sisi guru dan siswa akan menghasilkan suatu kesimpulan yang lebih utuh dan berimbang. Oleh karena itu, dalam melaksanakan survei ini KPAI yang di ketuai Susanto bekerjasama dengan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI).

Iklan RB

” KPAI fokus survei pada responden anak atau siswa, dan FSGI fokus survei pada responden guru. Agar benang merahnya dapat ditarik dari 2 sisi. Hasil survei FSGI dengan responden guru akan menjadi satu kesatuan laporan yang akan digunakan untuk advokasi kebijakan PJJ,” jelas Wasekjen FSGI Satriawan Salim, Selasa (28/4/2020).

Menurut dia, temuan survey PJJ Guru menggambar bahwa selama pelaksanaan PJJ media sosial seperti IG, FB, Line dan WhatsApp menjadi media daring yang paling sering dan sangat menonjol digunakan yaitu sebanyak 83,4%. Terbanyak kedua adalah Google classroom sebanyak 45,3% , sedangkan Zoom berada di posisi ketiga yaitu sebanyak 17,6%.

” Menonjolnya penggunaan media sosial lebih dikarenakan penggunaannya sudah terbiasa dilakukan sehari-hari, baik pada guru maupun siswa,” lanjutnya.

Walaupun media sosial tidak dimaksudkan sebagai aplikasi pembelajaran daring. Pada sisi lain juga kompetensi guru untuk menggunakan aplikasi pembelajaran daring yang lain masih rendah.

Temuan lainnya adalah sebanyak 53% responden memilih untuk menyelesaikan target pencapaian kurikulum sesuai dengan perencanaan, sebanyak 24,4% responden memilih untuk menyelesaikan capaian kurikulum apa adanya dan 22,6% responden memilih untuk tidak mengejar capaian kurikulum.

Hasil kajian PJJ dengan responden 602 guru akan didetailkan hasilnya pada konprensi pers daring (meeting zoom) berlangsung pada Selasa, 28 April 2020 waktu mulai pukul pukul 13.00-14.00 Wib.

” Temuan ini mengkonfirmasi bahwa mayoritas pelaksanaan PJJ masih bertentangan dengan rambu-rambu yang ditetapkan oleh Mendikbud lewat Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020,” katanya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *