oleh

Ekonom UNS : Prediksi Resesi Ekonomi

Selamat Idul Fitri 1441 H

Solo, TribunAsia.com,- Pandemi Covid-19 yang terus menjalar ke beberapa provinsi di Indonesia. Di beberapa daerah juga telah menerapkan kebijakan sebagaimana pemerintah pusat juga turut ambil kebijakan. Seperti di DKI Jakarta yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di Jawa Tengah khususnya di Kota Semarang mengambil kebijakan PKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang diberlakukan Senin kemarin.

Aktifitas ekonomi, khususnya sektor industri, bidang jasa dan yang lebih parahnya lagi ada pembatasan pada regulasi ekonomi kecil dan menengah karena masyarakat diminta untuk tetap stay at home. Menanggapi persoalan tersebut ekonom Universitas Negeri Surakarta (UNS) Lukman Hakim Hasan, Ph.D turut angkat bicara persoalan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Lukman Hakim Hasan menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 atau wabah Virus Corona ini akan memicu terjadinya resesi ekonomi.

Sebelumnya telah diprediksi pertengahan tahun 2019 oleh para ekonom, bahwa tahun 2020 negara Indonesia yang dipimpin Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan telah menjadi negara maju akan mengalami resesi. Resisi ekonomi ini oleh sebab ekonomi global yang tidak menentu.

Namun persoalan awal tahun 2020 justru resesi ini ditimbulkan oleh sebuah virus flu yang menyerang paru-paru yakni Covid-19. Sehingga tidak dapat dipungkiri resesi bakal terjadi sebab Covid-19 ini selain menjadi persoalan banyak negara turut juga mempengaruhi perekonomian global.

Situasi global memang begini dan memang prediksinya kalau sampai akhir tahun tetap seperti ini (wabah Corona), maka ekonomi kita akan terjadi resesi, ungkap Lukman Hakim, Minggu (26/04/2020).

Menurut Lukman, pertumbuhan ekonomi nasional bisa di bawah 1%, bahkan bisa 0%. Tapi kalau pandemi Covid-19 hanya sampai bulan Juni, maka Juli sudah bagus. Pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan oleh Kementerian Keuangan bisa mencapai 2,3%.

Lukman menyatakan, sejauh ini sudah ada beberapa langkah yang dilakukan pemerintah dalam rangka penanganan pandemi Covid-19.

Pemerintah kan sudah membuat stimulus fiskal, yang isinya memang membantu mengatasi situasi ini dengan yang namanya jaring pengaman sosial, social safety net. Memang yang menjadi persoalan social safety net selama ini basisnya seperti PKH yaitu Program Keluarga Harapan, masing-masing keluarga miskin dapat sekitar Rp 600.000. PKH ini diteruskan bagus, tetapi sebenarnya ini yang terkena tidak hanya kelompok yang paling bawah, ujarnya.

Menurut Lukman Hakim yang saat ini menjadi Ketua Barisan Nusatara, imbas Covid-19 tidak hanya dirasakan pada kelompok masyarakat paling bawah namun juga mereka kelompok menengah. Seperti yang tidak dapat akses untuk berjualan, juga bagi mereka yang terkena PHK (pemutusan hubungan kerja). Maka, di sini pemerintah seharusnya membuat hotline khusus agar data didapatkan, kemudian dapat dipetakan, dan dana bantuan dapat tepat sasaran.

Caranya sebenarnya adalah memang pemerintah harus istilah saya membuat hotline khusus ya, bagi kelompok-kelompok masyarakat yang seperti ini segera melapor ke pemerintah, ke Dinas Sosial, ke BPS sehingga didata semua, kemudian dipetakan, lalu dana-dana yang dari Jakarta itu dikumpulkan untuk dibagi mereka nanti, ungkap Lukman.

Selain itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) juga dapat mengambil peran. Apabila database yang dibuat pemerintah akurat dan solid akan lebih mudah kedepannya. Kelompok masyarakat yang peduli, LSM dan gerakan kampus dapat ikut mengambil peran.

“Pada era media sosial seperti sekarang ini, untuk proses pendataan akan lebih mudah dilakukan. Banyak media sosial yang dapat digunakan seperti WhatsApp yang lumrah digunakan banyak orang. Sudah ada grup-grup per Rukun Tangga (RT) yang dapat dimanfaatkan dalam memaksimalkan hotline yang dibuat pemerintah,” imbuhnya

“Setelah warga melapor, kemudian dibuat treatment khusus tergantung dengan masalah yang sedang dihadapi dan dirumuskan solusi apa yang dapat diterapkan,” pungkasnya. (BNnews/lgn

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *