oleh

KAPTEN Indonesia: Penarikan Isu Tenaga Kerja dari Omnibus Law Tanpa Solusi adalah Keliru

Jakarta, TribunAsia.com – Komunitas Penyedia Tenaga Kerja Internasional (KAPTEN) Indonesia menilai langkah Presiden Jokowi menarik poin poin penting terkait Ketenagakerjaan dari omnibus Law merupakan hal tidak tepat, terlebih bila penarikan tersebut tidak disertai solusi berupa pembahasan kembali guna melahirkan jalan keluar yang produktif, pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum KAPTEN Indonesia, Abdul Rauf.

“Menarik dan tidak mengagendakan kembali maka hal itu keliru, seharusnya kalaupun ditarik maka perlu diagendakan kembali pembahasannya dengan menghadirkan solusi bagi pekerja dan perusahaan,” jelasnya dalam keterangan resmi yang disampaikan di Kantor DPP KAPTEN Indonesia, Minggu (26/4).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Menurut Rauf, poin tenaga kerja dalam omnibus law sangat penting, terlebih di tengah pandemi Covid 19 yang memakan banyak korban PHK bagi para pekerja.

“Seharusnya Presiden beserta stakeholder terkait seperti BNP2TKI, Kemnaker, perusahaan mencari solusi atas masalah ini,” sambungnya.

Berdasarkan statistik terdapat sekitar 126 juta rakyat Indonesia yang berprofesi sebagai pekerja, 56 juta diantaranya adalah pekerja formal dan sisanya pekerja informal.

Rauf juga menekankan bahwa pasal pasal dalam omnibus law tidak menguraikan dengan baik hak pekerja.

“Misalnya masa cuti, gaji baik harian maupun bulanan, setelah bekerja apa yang mereka terima, semuanya tidak dijelaskan secara gamblang, ini semacam pasal karet,” terangnya.

Sebagi pimpinan KAPTEN Indonesia, pihaknya mengaku lembaga yang dipimpinnya siap terlibat aktif memberikan solusi atas masalah ini.

“KAPTEN siap bernegosiasi dan memberikan pikiran terkait Ketenagakerjaan yang menjamin terpenuhinya hak pekerja dan tidak merugikan perusahaan,” ungkapnya.

Tidak lupa secara kelembagaan KAPTEN Indonesia juga menyampaikan belasungkawa atas musibah pandemi Covid 19 dan apresiasi besar kepada tim medis yang telah bekerja sungguh-sungguh menangani penyebaran virus Corona.

“Kami mengucapkan belasungkawa kepada seluruh rakyat Indonesia atas ujian Covid 19 ini, dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tim medis sebagai garda terdepan perang melawan Corona, semoga ujian ini segera berlalu dan Indonesia bangkit dari keterpurukan,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *