oleh

PRABOWO BERALIH MENJADI PECUNDANG

Selamat Idul Fitri 1441 H

Oleh : Abd. Hamid Rahayaan

(Penasehat Pribadi Ketua Umum PBNU)

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Belakangan ini pernyataan prabowo subianto soal kinerja Presiden Jokowi sangat berbanding terbalik dengan pernyataan beliau ketika masih mencalonkan diri sebagai presiden di Pilpres 2019 lalu.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Taklimat Ketua Umum Partai Gerindra kepada Seluruh Relawan dan Kader, bunyi pernyataannya sebagai berikut “Selama saya menjadi anggota kabinet beliau, saya bersaksi bahwa beliau terus berjuang demi kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia”.

Pada saat mencalonkan diri sebagai presiden, Prabowo dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa kekayaan bangsa Indonesia telah dikuasai oleh asing, bahkan APBN kita telah bocor dan sebagian besar anggaran negara telah mengalir ke luar negeri.

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Presiden Jokowi juga tidak luput dari kritikan Prabowo selama masa kampanye, Prabowo mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur di era pemerintahan Presiden Jokowi tidak tepat sasaran dan cenderung menguntungkan asing.

Yang tak kalah menarik, Prabowo mengatakan Presiden Jokowi terlalu dekat dengan asing, sehingga banyak kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dikendalikan oleh asing.

Hampir semua kebijakan Presiden Jokowi dikritisi habis oleh Prabowo. Bahkan Prabowo pernah mengatakan tentang kekhawatirannya bahwa Indonesia dapat saja bubar di tahun 2030 jika pengelolaan negara masih tetap seperti saat ini.

Di mata Prabowo pada saat itu, Presiden Jokowi tidak lebih dari sekedar pemimpin gagal yang membawa Indonesia ke ambang kehancuran. Namun semua kritikan itu kini berubah seratus delapan puluh derajat, saat ini yang keluar dari mulut Prabowo tak lain hanyalah kalimat sanjungan atas keberhasilan Presiden Jokowi dalam memimpin bangsa Indonesia.

Prabowo seolah kehilangan daya kritisnya yang selama ini menjadi ciri khasnya, publik tentu bertanya mengapa Prabowo berubah begitu cepat? pertanyaan selanjutnya adalah, pernyataan mana yang benar dari Prabowo, apakah disaat masih rival mencalonkan diri sebagai presiden atau setelah menjadi anak buah Jokowi. Jangan sampai muncul stigma bahwa Prabowo tipe orang yang waktu lapar bicara lain, dan waktu kenyang lain pula bicaranya.

Pemimpin itu harus berpendirian tetap dan konsisten dalam membedakan mana yang hak dan mana yang bathil. Dan, yang terpenting adalah tidak mudah terperangkap pada kekuasaan sehingga tidak gampang berubah dalam kondisi apa pun.

Prabowo yang awalnya hebat di mata saya, kini berubah menjadi seorang pengecut dan tidak berpendirian. Menurut saya, Prabowo tidak perlu ‘lebay’ tambah-tambah berikan kesaksian tentang kepemimpinan Presiden Jokowi kepada publik, karena sejatinya rakyat sudah paham sejauh mana keberhasilan dan kegagalan Presiden Jokowi dalam memimpin bangsa ini.

Paradok. Kini rakyat mulai meragukan integritas Prabowo sebagai seorang negarawan. Rakyat sudah mampu menilai sosok Prabowo dari pernyataan-pernyataan yang disampaikan ke publik selama ini. Ironis, Prabowo adalah tipikal pemimpin yang hanya sekedar memanfaatkan rakyat untuk kepentingan pribadinya.

Prabowo yang dulu menjadi idola hampir separuh penduduk Indonesia, namun kini rakyat sudah murka terhadapnya, karena ternyata Prabowo tidak lebih dari seorang pecundang dan bukan patriot sejati.

Perlu diingat bahwa selama ini, hampir sebagian besar rakyat Indonesia terjebak dari pernyataan-pernyataan Prabowo, bahkan tidak sedikit yang menjadi korban, baik harta, rga maupun jiwa hanya demi membela Prabowo karena dianggap sebagai pemimpin yang idealis.

Namun kini dengan mudahnya Prabowo berbalik arah dengan mendukung pemerintah. Hanya karena untuk mendapatkan jabatan Menteri Pertahanan di kabinet Presiden Jokowi.

Prabowo telah dibutakan segalanya hanya karena jabatan. Karena itu rakyat harus mencatat bahwa Prabowo adalah tipikal pemimpin yang gampang berkhianat demi kepentingan pribadi. Prabowo tidak bisa dijadikan sebagai panutan karena tidak lebih dari sekedar seorang pecundang. (Alhamra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *