oleh

Presiden Harus Mementingkan Rakyat daripada Mementinkan Orang Asing

Oleh : Abd. Hamid Rahayaan

(Penasehat Pribadi Ketua Umum PBNU)

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Presiden harus cermat dalam mengeluarkan kebijakan agar tidak merugikan rakyat. Terlebih, dalam kondisi negara yang sedang dilanda musibah berupa penyebaran Covid-19.

Kebijakan Presiden Jokowi soal penerimaan pekerja asing di Indonesia menuai banyak kritikan. Presiden dinilai membiarkan para pekerja asing masuk ke Indonesia disaat rakyat sedang mengalami kelaparan akibat tingginya angka pengangguran akibat minimnya lapangan pekerjaan ditambah banyaknya pemutusan hubungan kerja ditengah pandemi penyakit viruskorona 2019.

Mengerikan. Jumlah pekerja asing yang masuk ke Indonesia tidak berbanding lurus dengan angka pengangguran di dalam negeri yang telah mencapai jutaan orang. Sudah pasti, para pencari kerja di dalam negeri tiap tahun mengalami peningkatan mengingat semakin berkurangnya lapangan kerja.

Kebijakan Presiden Jokowi telah sangat melukai perasaan anak negeri yang pontang-panting mencari pekerjaan sementara orang asing diberikan kemudahan dalam mendapatkan pekerjaan.

Sungguh sebuah ironi jika melihat kebijakan Presiden Jokowi hari ini yang terkesan memberikan karpet merah bagi orang asing sementara anak negeri dibiarkan susah di negerinya sendiri. Ibarat pepatah usang ‘buaya kampung terduduk, buaya tamu rahup rejeki atau ibarat ‘tikus mati di lumbung padi’. Inilah kiranya untuk menggambarkan realitas yang terjadi hari ini.

Menyedihkan. Pesiden Jokowi seakan telah kehilangan nuraninya dengan membiarkan anak bangsa sendiri mati kelaparan dan memberikan keistimewaan bagi orang asing dengan mudah bekerja di Indonesia. Presiden seperti kehilangan kebijaksaannya.

Harusnya Presiden Jokowi fokus pada pengentasan pengangguran bangsa sendir bukan bangsa asing dengan membuka lapangan kerja seluas-luasnya sesuai janjinya yaitu membuka 10 juta lapangan kerja di Indonesia,. Sikap Presiden Jokowi memunculkan spekulasi bahwa dia sedang disandera oleh kekuatan asing yang membuatnya sulit untuk menolak pekerja asing yang masuk ke Indonesia.

Namun apapun alasannya, Presiden Jokowi harus tetap mengutamakan kepentingan rakyat diatas segalanya walaupun nyawa taruhannya. Presiden jangan kemudian terjebak pada kepentingan asing yang tujuannya hanya untuk mendapatkan keuntungan dari kekayaan bangsa Indonesia.

Jika Presiden Jokowi tidak secepatnya mengambil sikap tegas dan terus membiarkan pekerja asing masuk ke Indonesia tak berlebihan bila muncul kekhawatiran dapat terjadi protes dan perlawanan secara besar-besaran dari rakyat.

Di beberapa negara diantaranya Italia dan Hongkong terjadi hal serupa. Presiden Jokowi harus menjadikan peristiwa di negara tersebut sebagai referensi dan pada intinya kepentingan rakyat, bangsa, dan negara harus lebih diutamakan daripada kepentingan orang asing.

Kebijakan bijaksanannya, Presiden Jokowi harus segera mengembalikan seluruh tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia dan memberikan ruang sebesar-besarnya kepada anak bangsa untuk bekerja dan menguasai lapangan pekerjaan di negaranya sendiri. Jika hal ini tak dilakukan maka Presiden Jokowi harus berhati-hati karena rakyat akan bersatu dan menyatakan mosi tidak percaya kepada Presiden Jokowi karena dengan sengaja menggadaikan bangsa dan negara kepada asing. (Alhamra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *