oleh

Seruan Habib Rizieq dari Kota Suci Mekah

Selamat Idul Fitri 1441 H

 

بسم الله الرحمن الرحيم

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Ayo sambut Ramadhan dengan shalat Jumat.    Batasi Jama’ah, Waktu, Ruang dan jarak

Stop debat.    Awas adu domba umat.
Jangan hina ulama karena beda pendapat soal Jumat. Umat Islam wajib bersatu dalam perbedaan pendapat. Ayo shalat dan munajat agar wabah segera diangkat

Pada Prinsipnya selama ada WABAH CORONA, maka di ZONA HIJAU tetap wajib dilaksanakan Shalat Jum’at di masjid dengan tetap memperhatikan aturan medis untuk kewaspadaan, sedang di zona merah sebaiknya utk “sementara waktu” Shalat Jum’at di masjid agar ditiadakan.

Tapi jika memang harus dilaksanakan shalat jumat krn suatu alasan kuat dan meyakinkan, maka pelaksanaan Shalat Jum’atnya harus mengikuti tata cara khusus dengan pembatasan super ketat.

A. Bagi yg berada di zona merah dan  meninggalkan shalat Jumat dengan alasan mewaspadai bahaya Wabah Covid-19 sesuai Fatwa MUI & Arahan Pemerintah maka DIBOLEHKAN, tapi tetap “WAJIB SHALAT ZHUHUR” di rumah masing-masing.

B. Bagi yg berada di ZONA MERAH WABAH dan ingin melaksanakan Shalat Jum’at di rumah masing2 juga DIBOLEHKAN, dengan tetap jaga syarat & rukun Khutbah mau pun Shalatnya. Dlm “Madzhab Syafi’i” yg Qoul Jadid Mu’tamad bhw sempurna Shalat Jum’at dg 40 orang Muslim, Pria, Aqil, Baligh, Mustawthin (Penduduk Setempat) & Hurr (Merdeka Bukan Budak), tapi dlm salah satu “Qoul Qodim” tetap sah walau hanya 4 orang yaitu seorang Imam & 3 Ma’mum. Qoul Qodim ini layak diikuti dlm situasi DARURAT WABAH spt saat ini. Hanya saja jika jama’ah kurang dari 40 yg memenuhi syarat Jum’at, sbg langkah “Ihtiyaath” (Kehati-hatian) sekaligus “Khuruj Minal Khilaaf” (Keluar Dari Perselisihan), maka DIANJURKAN usai Shalat Jum’at utk “Shalat I’aadah Zhuhur” yaitu mengulang Shalat dg 4 Raka’at Shalat Zhuhur. Dan Shalat Jum’at boleh dilaksanakan di selain Masjid.

C. Bagi yg berada di ZONA MERAH WABAH dan bersikeras ingin tetap melaksanakan Shalat Jum’at di Masjid krn suatu ALASAN KUAT & MEYAKINKAN, sebaiknya JANGAN DILARANG/DIHALANGI, apalagi jika dilarang akan menimbulkan KERIBUTAN BESAR atau menyebabkan FITNAH BERBAHAYA, tapi diarahkan dg syarat tetap menjaga Jarak Fisik & Jarak Sosial (Physical Distancing & Social Distancing), sesuai ATURAN MEDIS melalui TATA CARA KHUSUS dg PEMBATASAN SUPER KETAT sbb :

1. Buka semua Masjid/Musholla/Majelis yg ada di sekitar masyarakat utk Shalat Jum’at, agar jama’ah TERPECAH & TIDAK TERKONSENTRASI di satu tempat saja.

2. Yang boleh ikut Shalat Jum’at hanya orang Dewasa yang sehat dan Kuat dari warga setempat di sekitar Masjid/Musholla/Majelis, jangan warga dari luar lingkungan. Orang sakit dan lemah serta anak- anak atau yang bersuhu badan di atas 37 derajat celcius jangan diizinkan. Karenanya, siapkan “Alat Pengukur Suhu Badan”.

3. Jumlah Jama’ah HARUS DIBATASI minimal 40 orang yg memenuhi syarat Jum’at, sedang maksimal tergantung BATAS AMAN MAKSIMUM untuk KAPASITAS Masjid/Musholla/Majelis, sehingga jika sudah mencapai batas tsb, maka tidak boleh ada yg masuk lagi. Waktu Pelaksanaan Ibadah Jum’at juga HARUS DIBATASI, sehingga yang terlambat jangan dizinkan masuk, dan jika sudah selesai maka segera bubar pulang dengan tertib dan teratur.

4. Sediakan bilik disinfektan di depan gerbang Masjid/Musholla/Majelis, agar setiap jama’ah yg masuk disterilkan dg menggunakan bahan yg SUCI & AMAN untuk tubuh Manusia.

5. Sediakan juga sabun dan hand sanitizer dari bahan suci dan aman untuk jama’ah. Dan pastikan yang sedang batuk atau pilek jangan izinkan masuk ke Masjid/Musholla/Majelis, apalagi yg sdg sakit, tapi arahkan Shalat dan Istirahat di rumahnya.

6. Gulung semua karpet Masjid/Musholla/Majelis agar tidak digunakan & bersihkan seluruh lantai & dinding serta tiang Masjid/Musholla/Majelis, juga WC & Tempat Wudhu dan lainnya, baik sebelum mau pun sesudah penggunaan Masjid/Musholla/Majelis utk Shalat Jum’at.

7. Jama’ah harus wudhu’ dari rumah masing2 & memakai masker, serta membawa sajadah sendiri2 & membuat Shaf Shalat yg “Berjarak sesuai ATURAN MEDIS”, dan juga Tiadakan Salam-Salaman antar jama’ah, lalu usai Shalat Jum’at, Dzikir & Doa singkat langsung bubar dengan tertib sambil tetap jaga jarak.

8. Jangan lupa saat keluar dari rumah dan masuk/keluar Masjid/Musholla/Majelis baca DOA yg diajarkan Nabi SAW, dan banyak2 Istighfar & Sholawat serta BERSEDEKAH, lalu berlindung & TAWAKKAL kepada Allah SWT.

9. Minta bantuan TNI & POLRI serta ORMAS ISLAM utk menjaga Masjid/Musholla/Majelis dan mengatur serta  menertibkan jama’ah dari datang hingga pulang.

10. Semua langkah di atas dikoordinasikan &  dilaksanakan bekerjasama dg PEMERINTAH SETEMPAT.

Jika KESEPULUH langkah pembatasan di atas bisa dilaksanakan dg “Ketat, Rapih  & Tertib”, maka silakan laksanakan Shalat Jum’at di Masjid/Musholla/Majelis. Dan SIAPA PUN tidak berhak utk melarang atau menghalanginya.

Namun jika tidak mampu  melaksanakan KESEPULUH langkah tsb, maka JANGAN NEKAT mempertaruhkan keselamatan jiwa masyarakat, shg sebaiknya tetap Shalat Jum’at/Zhuhur di rumah masing2.

CATATAN :

1.Jika SAAT WABAH ternyata Pabrik tetap kerja & Terminal/Stasiun tetap buka, KRL & Armada Bis tetap beroperasi, serta Rapat Paripurna DPR RI tetap digelar & Siaran Pers Terbuka Pejabat dg Wartawan tetap diadakan, dg dalih ada ATURAN JAGA JARAK, maka Shalat Jum’at LEBIH UTAMA utk dilaksanakan dg ATURAN JAGA JARAK.

2. Di Amerika & Eropa berlomba mempersilakan Umat Islam gelar Shalat Berjama’ah dg perdengarkan Adzan & Doa utk ketuk Pintu Langit usir Wabah Corona, maka Negeri Islam harus lebih giat memakmurkan Masjid dg Shalat, Dzikir & Doa, tapi dg tetap JAGA JARAK MEDIS.
IN-SYA ALLAH, RAMADHAN DATANG – CORONA HILANG. AAMIIIIIN.
sumber

https://www.fpi-online.com/2020/04/arahan-ib-hrs-dari-kota-sucu-mekkah-ayo.html

https://t.me/MediaFPI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *