oleh

Masih Banyak Warga Tak Patuh PSBB Covid-19 di Kota Depok

Selamat Idul Fitri 1441 H

Depok, TribunAsia.com-Selama PSBB dalam beraktivitas luar rumah, warga diharuskan menjaga jarak antar sesama, jika berkendaraan, memakai masker, rajin cuci tangan, atau gunakan pembersih tangan. Dilarang berboncengan di sepeda motor, dan pembatasan penumpang mobil 1:2:1.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) darurat penyakit viruskorona tahun 2019 (coronavirus disease /covid-19) di Kota Depok sudah hari ketiga, Jumat (17/4) hingga Selasa (28/4).

Pantauan di lapangan, di kawasan Cimanggis, pemukiman, pasar cisalak, pasar, dan jalan lingkungan (jaling) di kawasan Palsigunung dan Tugu kepatuhan warga pada PSBB masih rendah. Sejumlah warga nongkrong di pos jaga, tidak menjaga jarak dan tak pakai masker.

Tampak pula penjual makanan keliling dengan gerubak tidak mengenakan masker ketika melayani pelanggan. Di Jalan Komjen Purn M Yasin atau Jalan Raya Margonda, di beberapa tempat, pengemudi ojek online berkerumun di tepi jalan tanpa kenakan masker dan tak jaga jarak. Supir angkot juga nongkrong berkerumun di tepi jalan tanpa mengindahkan aturan social distancing PSBB.

Ditambah mulai banyak pula pengemis, pemulung seenaknya duduk dan tiduran di trotoar Jalan Raya Margonda. Alasannya, mareka menunggu ada orang yang membagikan bingkisan bahan makanan pokok. Orangtua ikut membawa serta anak-anak yang masih balita.

Pantauan, keteraturan kentara di jalanan utama Kota Depok terutama di jalan koneksi utama perbatasan dengan wilayah tetangga, Kota Jakarta Selatan, Kota Jakarta Timur, Kota Bekasi, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Bogor. Di jalan-jalan akses antar wilayah itu ada pos pantau atau cek point pemeriksaan kepatuhan pada ketentuan PSBB. (Hira)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *