oleh

35 Ribu Napi Yang Bebas 11 diantaranya Kembali Berbuat Ulah Lagi

Jakarta, TribunAsia.com – Dari total 35 ribu orang narapidana se-Indonesia yang telah bebas dalam program asimilasi diketahui 11 orang dari mereka kembali berurusan dengan hukum.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas I Cipinang Jakarta Timur menjelaskan ke sebelas orang tersebut akan mendapat hukuman tambahan. Hukuman telah menanti eks narapidana yang baru menikmati udara bebas itu.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

” Dari 35000 orang itu hanya 11 orang yang melakukan kesalahannya lagi. Dan itu harus langsung ditindak oleh Pak Menteri, dia hukuman baru lagi itu hukuman tambahan,” tegas Hendra Eka Putra selaku Kalapas Cipinang Jakarta Timur, Sabtu (17/4/2020).

Ditengah pandemi Covid-19 pihaknya bekerja keras dan pulang tugas hingga sampai rumah menjelang pagi hari. Namun demikian, dia tidak ingin di Lapas Cipinang salah seorang narapidana/warga binaan terkena Virus Korona (Covid-19).

Program asimilasi pun disambut positif diantaranya dapat mengurangi kapasitas kepadatan didalam Lembaga Pemasyarakatan dan mencegah penyebaran virus asal negeri Cina.

” Di Lapas Cipinang saja isinya 3500 orang kalau saja satu kena Covid-19 itu akan menjadi kuburan massal didalam itu. Makanya kita juga lagi berusaha, kita yang bekerja setengah mati sampai jam 3 pagi,” ungkapnya di Cipinang.

Menurut dia, di masa pandemi Covid-19 saat bertugas mempertaruhkan jiwa dan raga. Jumlah personil di Lapas Cipinang sendiri dikatakan Hendra 32 orang menjaga setiap waktu. Dari total keseluruhan personil tersebut tersebar ke beberapa tempat tentunya.

” Jangan dianggap gampang taruhannya nyawa kita,” tandasnya.

Ia melanjutkan, khusus narapidana korupsi dan narkoba tidak tidak bisa mengikuti program asimilasi kecuali narapidana umum. Dari data keseluruhan peserta asimilasi, disampaikan dia bukan berasal Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) akan tetapi berada di Ditjen PAS Kemenkumham.

” Yang bersangkutan sudah dua pertiga (2/3) dari masa pidananya, ketiga yaitu narapidananya harus narapidana umum, bukan napi tipikor atau napi narkoba,” ujar dia. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *