oleh

Dipertanyakan Kepedulian Pimpinan Parpol Pendukung Pemerintah

Selamat Idul Fitri 1441 H

 

Abd. Hamid Rahayaan
(Penasehat Pribadi Ketua Umum PBNU)

Iklan RB

Dalam situasi krisis penyebaran mendunia (pandemi) penyakit viruskorona (Covid-19) yang dialami bangsa Indonesia di awal tahun 2020, kehidupan masyarakat terasa sangat sulit dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mulai dari makanan, pakaian, hingga obat-obatan, sangat payah ditemukan. Disaat genting seperti inilah dibutuhkan kehadiran elit partai politik dalam mengurangi beban yang diderita masyarakat, terutama bagi partai politik pendukung pemerintah.

Ironisnya, jauh panggang dari api, jauh harapan dari kenyataan, para pimpinan partai politik pendukung pemerintah yaitu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa kesemuanya terkesan diam disaat situasi bangsa dan negara sedang dilanda krisis.

Tentu saja, sangat bertentangan dengan visi dan misi partai dalam memperjuangkan kepentingan rakyat sebagaimana yang termaktub dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dari masing-masing partai politik pendukung pemerintah.

Paradok. Di saat pemilu banyak lah janji-janji yang disampaikan kepada rakyat, namun tak lain hanya sekedar pemanis dalam memenuhi hasrat politik mereka. Begitu kekuasaan didapat yang dikedepankan adalah kepentingan pribadi dan kelompoknya, sementara rakyat dilupakan.

Mereka hidup dengan kemewahan dan serba berkecukupan, tetapi disaat rakyat lagi membutuhkan bantuan seperti saat sekarang ini, tak ada satu pun yang memiliki kepedulian untuk membantu mengurangi beban-derita rakyat.

Padahal, jika saja mereka memiliki kepekaan dan kepedulian yang tinggi kepada rakyat tentu, sebagai pemegang kendali tertinggi atas partainya, tentu lah para ketua umum partai pendukung pemerintah bisa menginstruksikan kepada seluruh kadernya baik di pusat maupun daerah yang saat ini sedang menjabat, baik di lingkungan eksekutif maupun legislatif di seluruh Indonesia untuk memotong gajinya setiap bulan dalam membantu rakyat yang sedang dilanda kesusahan akibat krisis.

Selain itu pula, harus ada inisiatif dari para ketua umum partai pendukung pemerintah untuk bertemu dengan presiden dalam mencari solusi atas persoalan yang dihadapi bangsa saat ini. Jangan kemudian terkesan membiarkan Presiden Jokowi berjalan sendiri disaat kondisi negara tidak stabil.

Yang tak kalah penting adalah soal lemahnya kemampuan pembantu presiden dari kalangan partai politik pendukung pemerintah dalam mengelola pemerintahan. Hal ini tentu sangat merugikan rakyat.

Hemat saya demi, memperbaiki kondisi ekonomi, politik, dan keamanan, pimpinan partai politik pendukung pemerintah perlu memberikan mandat penuh kepada Presiden Jokowi untuk menempatkan putra-putri terbaik bangsa yang berkompeten sesuai dengan keahlian masing-masing untuk membantu presiden.

Penyegaran anggota kabinet baru akan dapat mengatasi masalah bangsa dan negara saat ini. Disinilah akan diuji tingkat kenegarawanan pimpinan partai politik pendukung pemerintah ketika diperhadapkan dengan kondisi bangsa dan negara yang sedang dilanda musibah.

Jika tidak ada upaya dari para pimpinan partai politik pemerintah dalam membantu rakyat dengan memberikan mandat kepada Presiden Jokowi untuk mengganti para menteri yang berasal dari partai politik yang dianggap tidak berkualitas, maka akan menjadi catatan buat seluruh rakyat Indonesia, bahwa rakyat jangan percaya lagi dengan slogan-slogan yang selama ini mereka sampaikan karena sesungguhnya antara pernyataan dan perbuatan mereka selalu tidak sejalan. (Alhamra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *