oleh

Kalapas Pastikan Narapidana Program Asimilasi di Cipinang Gratis

Jakarta, TribunAsia.com-Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas I Cipinang Jakarta Timur (Kalapas Klas I Cipinang Jaktim), Hendra Eka Putra menegaskan program asimilasi warga binaan/narapidana tidak dipungut biaya.

Kata dia, prosedur asimilasi/pembebasan yang diikuti oleh warga binaan setidaknya mereka telah menjalani 2/3 masa hukuman di lapas. Surat penyataan pun harus dilengkapi oleh peserta program asimilasi di Cipinang.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

” Ada surat pernyataan mereka itu, mangkanya mereka itu tidak bayar ada suratnya dikantor (lapas). Keluarganya dipanggil,” ujar Hendra kepada tribunasia.com, Rabu (15/4/2020).

Menurut dia, informasi program asimilasi telah diumumkan diberbagai sudut area lapas dan dipasang oleh petugas.

Ia memastikan proses asimilasi/pemulangan narapidana tanpa harus membayar seperti yang telah jelaskan Yasonna Hamonangan Laoly, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham).

Data-data asimilasi warga binaan diperoleh Hendra berasal dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas Kemenkumham).

” Itu-kan sudah diumumkan, itu dari Menteri-kan sudah bilang tidak boleh gratis semua. Jadi prosedurnya itu-kan ada database dari Ditjen pemasyarakatan, dari seluruh lapas di seluruh Indonesia berjumlah 35000,” ungkap dia.

” Aturan mainnya sudah jelas ada aturan main dari Kementerian sudah disampaikan pertama dilarang pungli,” sambungnya.

Ia melanjutkan, khusus narapidana korupsi dan narkoba tidak tidak bisa mengikuti program asimilasi kecuali narapidana umum. Data peserta asimilasi disampaikan dia bukan berasal Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) namun demikian berada di Dirjenpas.

” Yang bersangkutan sudah dua pertiga (2/3) dari masa pidananya, ketiga yaitu narapidananya harus narapidana umum, bukan napi tipikor atau napi narkoba,” katanya.

Selain itu, Hendra merinci, ” Itu akan diajukan dulu ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), bukan kita (Lapas) yang keluarin dari kantor pusat dulu dari Dirjen Pemasyarakatan baru ada tim kita kirim ke kejaksaan dan kepolisian tembusannya,” papar dia lagi.

Terakhir, pihaknya mengklarifikasi seperti informasi yang tersebar luas peserta asimilasi dipungut Rp 5-7 juta per orang.

Berita tersebut menjelaskan salah seorang berinisial A tak lain warga binaan membayar senilai Rp 5 juta untuk dapat mengikuti program asimilasi.

” Itu tidak ada itu tidak benar di Lapas mana siapa orangnya. Itu tidak ada tadi saya cek semua itu anggota saya. Makanya kamu harus datang ke kantor ini datanya lihatin data-datanya lihatin cctv-nya siapa-siapa orangnya,” tegasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *