oleh

Gubernur Ridwan Kamil Pantau Kota Depok di Hari Pertama PSBB

Selamat Idul Fitri 1441 H

 

Depok, TribunAsia.com-Didampingi Wali Kota Depok Mohammad, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memantau langsung pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hari pertama di Kota Depok, Rabu (15/4/2020). Pemberlakuan PSBB ini ditetapkan 14 hari kemudian.

Iklan RB

Ridwan Kamil meninjau pengawasan pelaksanaan PSBB pos pantau di perbatasan Kota Depok-Kabupaten Bogor di Cilodong dan pos check point di beberapa titik di Kota Depok, diantaranya di Jalan Kerinci, Sukmajaya. Secara keseluruhan ada 21 pos pantau pemeriksaan kepatuhan warga pada PSBB di Kota Depok.

Kamil menilai pelaksanaan PSBB di Kota Depok masih perlu dioptiamalkanl, masih banyak masyarakat yang melanggar dan lalul-alang di jalan di Kota Depok tanpa menggunakan masker. Selain itu juga, masih banyak pengendara motor yang masih berboncengan dan penumpang mobil yang tidak mematuhi aturan jaag jarak duduk yaitu, satu sebagai supir dan dua penumpang di bangku tengah dan seorang dibangku belakanh.

Menurut Ridwan, hasil riset universitas, jika PSBB ini dijalankan dengan disiplin, maka akhir Juni Covid-19 sudah memasuki trend menurun. Namun, bila PSBB tidak diikuti oleh warga, tidak jaga jarak, kemungkinan setelah Juni pun masaalh Covid-19 masih berlangsung.

“Aparat terpadu, Polri, TNI, Dishub, dan Satpol PP sudah bekerja. Pos-pos penjagaan untuk memeriksa warga yang berkegiatan di jalan sudah didirikan. Semoga kita semua punya kesadaran..Warga yang melanggar akan mendapat teguran keras,” ujar Ridwan Kamil, (15/4).

Jelas Kamil, kepada mereka yang melanggar aturan, yaitu mereka yang tujuannya tidak jelas, bukan kelompok yang termasuk di 8 (profesi) zona pengecualian PSBB, seperti bidang logistik, pangan, kesehatan, itu nanti akan diberi surat peringatan yang disebut blangko teguran, seperti surat tilang.

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengakui jika banyak warganya yang banyak melanggar PSBB di Kota Depok. Pelanggaran yang dilakukan masyarakat seperti nongkrong di warung dan banyak warga yang tidak menggunakan masker.

Maka dari itu, ia menilai PSBB di hari pertama masih banyak masalah dan meminta Satpol PP Kota Depok untuk menindak secara merata di masyarakat. “Masih banyak masalah, harus dievaluasi,” ucap Idris.

Ada 21 pos cek point di Kota Depok yaitu,

1. Check point pertigaan bulak sereh atas.

2. Check point pertigaan Pal.

3. Check point Kinasih Resort.

4. Check point Emeralda/Podomoro Golf.

5. Check point Pertigaan Cilodong.

7. Check point Kp. Sawah Jalan Pondok Rajeg.

8. Check point pertigaan Hek Jalan Raya Cipayung.

9. Check point lampu merah pertigaan Jalan Siliwangi.

10. Check point pertigaan lampu merah Ramanda.

11. Check pint Pos Lantas lampu merah Jalan Juanda.

12. Check point kolong bawah fly over UI.

13. Check point depan Amaliyah Beji.

14. Check point perempatan Jalan Kukusan.

15. Check point TPU Jalan Tanah Baru.

16. Check point on/of ramp Desari Andara – Brigif.

17. Check point perempatan Gandul.

18. Check point perempatan RS. Siloam.

19. Check point perumahan South City Jalan Lereng Indah.

20. Check point depan POM Bensin Perum BSI Sawangan.

21. Check point pertigaan Wates Sawangan. (Hira(

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *