oleh

Surat Terbuka Anies pada RW/RT : Siaga Covid 19

 

Jakarta, TribunAsia.com. Ibu dan Bapak Ketua RT dan Ketua RW yang saya hormati,

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Jakarta sedang mengalami ujian yang besar. Virus Corona itu bukan lagi kisah tentang wabah di negeri-negeri yang jauh. Bukan cuma berita di media massa atau media sosial. Ia telah menjadi cerita tentang kita, tentang orang-orang yang kita cintai : orang tua, keluarga, tetangga, sahabat dan kolega kita.

Ibu dan Bapak, virus itu telah masuk ke kota kita tercinta, ada di kampung kita, ada di kompleks kita. Ya, virus itu telah ada di sini. Menjangkiti saudara-saudara kita di Jakarta.

Penularannya amat cepat. Saudara-saudara kita yang terpapar akan menghadapi resiko yang tidak mudah diduga. Mayoritas memang bisa sembuh lalu kembali ke rumah, tapi sebagian berujung pada kematian.

Ibu dan Bapak yang saya hormati, lihatlah di kota dan negara di belahan dunia lain yang telah lebih dahulu mengalami masalah virus corona ini. Ketika penularan terjadi secara masif, jumlah pasien meningkat hingga puluhan ribu, maka daya tampung rumah sakit dan jumlah tenaga kesehatan tidak lagi sanggup untuk menampung dan merawat. Saat itulah, krisis terjadi secara amat hebat. Itulah yang harus kita hindari.

Sebagai ketua RT dan Ketua RW, Ibu dan Bapak tentu terbiasa mengeluarkan surat pengantar atau surat keterangan. Pesan saya: jangan sampai Ibu dan Bapak harus mengeluarkan surat pengantar untuk keterangan kematian untuk warga di kampung Ibu dan Bapak. Mari kita selamatkan saudara-saudara kita sekampung.

Ibu dan Bapak yang saya cintai, kita harus sadari bahwa garda terdepan dalam memerangi virus corona ini adalah kita, diri kita sendiri, bukan tenaga medis. Tenaga medis adalah garda yang berdiri di bagian belakang, mereka adalah pertahanan terakhir kita. Jika kita gagal mencegah penularan maka tenaga medislah yang harus bekerja menyelamatkan pasien.

Tenaga medis itu jumlahnya terbatas, mereka yang paling berpotensi terpapar dan akan kewalahan bila harus menangani pasien yang jumlahnya meningkat luar biasa banyak dan dalam kondisi kritis. Kalau tenaga medis ikut terkena dampaknya, tidak ada lagi yang bisa merawat dan menyembuhkan. Kondisi itu bisa terjadi jika kita, yang ada di garda terdepan, tidak kompak untuk melakukan pencegahan secara bersama-sama.

Oleh karena itu, Ibu, Bapak dan kita semua, sebagai garda terdepan wajib melakukan langkah pencegahan penularan secara serempak, disiplin dan masif agar tidak menambah jumlah pasien, khususnya pasien dari kalangan yang beresiko tinggi jika terpapar. Silakan unduh panduan untuk RT/RW di bit.ly/PSBB-RTRW-Siaga

Ibu dan Bapak yang saya hormati, besar dan banyak sekali peran yang bisa dilakukan di lingkungan Ibu dan Bapak. Panduan ini supaya dijadikan rujukan. Jadikan ini sebagai buku pedoman untuk melakukan langkah-langkah pencegahan. Harap dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Ajak seluruh warga untuk disiplin menjalankan semua langkah untuk hidup sehat dan menaati semua protap perlindungan kesehatan. Mari kita selamatkan semua, lindungi semua, dan perlindungan terbaik adalah mencegah penularan, bukan pengobatan.

Selamat berjuang Ibu dan Bapak, selamat menjalankan misi mulia utk melindungi saudara-saudara kita dari virus Corona. Insya Allah, kita bisa segera melewati masa penuh tantangan ini. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih, terus melimpahkan perlindungan bagi kita semua.

Salam hangat dan salam hormat.

Anies Baswedan

Catatan:
Untuk warga silakan unduh panduan PSBB di bit.ly/PSBB-PanduanPraktis
Bagi teman-teman media/ perusahaan/ kolaborator silakan unduh materi publikasi di bit.ly/PublikasiCoronaDKI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *