oleh

Harga Pakan Unggas dan Hewan Kesayangan Mengalami Lonjakan Capai 25 Persen

Jakarta, TribunAsia.com – Pedagang pakan burung kicau menjelaskan selama pandemi Covid-19 harga makanan unggas melonjak naik. Widodo merinci, harga tiap kilogram pakan ternak yang dijual di toko miliknya mengalami kenaikan berkisar 20-25 %.

” Harga naik semua dari 20 hingga 25 persen. Top song naik (voer), milet, jawawut segalanya naik voer-voer naik, berkurang pembeli,” kata pemilik Toko Wijaya khusus pakan ternak kepada tribunasia.com, Selasa (14/4/2020).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Kata dia, selain umpan unggas, kini harga makanan kucing yang dikemas bungkus plastik juga mengalami kenaikan harga mulai dari Rp 5000,- hingga Rp 7000,-.

Namun demikian, alat semprot burung kicau pun ikut laris terjual dipasaran. Pasalnya, kata Widodo alat spray tersebut digunakan masyarakat untuk menyemprot cairan disinfektan.

Untuk sangkar burung sendiri, diutarakan pemilik Toko Wijaya yang berada di Jalan Penggilingan Raya kondisi stok dan harga masih tetap seperti biasa.

” Semprotan yang laku merk kyokan. Kenaikan ada yang Rp 5000-7000 pakan (kucing peliharaan) tidak merata. Ya sementara wong nggak keluar sementara harganya stabil (kandang). Kita jarang jual kandang saat ini,” ungkap dia lagi.

Widodo merinci, tidak hanya pakan ternak atau hewan peliharaan saja yang dijual di Toko Wijaya namun perlengkapan pancing juga tersedia. Saat ini, ditoko tersebut lebih menutup dagangannya karena kondisi pandemi Covid-19/Korona.

Dia berharap, penyebaran Virus Covid-19 segera berlalu sebab konsumen yang datang kian terbatas. Hal itulah yang menyebabkan omset usaha unggas yang ditekuninya menjadi sepi pengunjung.

” Kita ngikutin di televisi jadi kita tutup jam 6 (18.00 Wib) buka jam 6 (06.00 Wib) juga biasanya tutup jam setengah delapan (19.30 Wib). Harapannya supaya virus korona itu cepat berlalu dan normal seperti biasanya.

Lebih lanjut, dia menyarankan kepada pencinta burung kicau untuk tetap menjaga kesehatan hewan peliharaannya. Tidak hanya mencegah Korona/Covid-19 saja bagi manusia.

Terlebih, burung kesayangan juga lebih diperhatikan agar kualitas irama kicau lebih prima. Menurut Widodo, baiknya sesering mungkin disemprot dengan disinfektan khusus burung.

” Biar burung yang sehat juga harus disemprotkan ada juga semprotan disinfektan khusus burung juga ada,” tandasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *