oleh

Sepi Order, Driver Ojol Bantah Penjelasan Walikota Jaktim

Jakarta, TribunAsia,com-Sejumlah driver online mengaku kesulitan mendapatkan order setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sejak hari Jum’at 10 April 2020 PSBB diterapkan oleh Gubernur. Bertepatan dengan itu, pemerintah pun mendistribusikan bantuan sembako kepada masyarakat di Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Mekanisme pendistribusian sembako dijelaskan Walikota Jaktim akan melibatkan jasa ojek online. Dengan tujuan para driver bisa menyambung hidupnya melalui pendapatan dari order pengiriman paket sembako ke alamat rumah warga.

Kemudian disampaikan M. Anwar, pembagian sembako dilakukannya untuk mengurangi kerumunan massa di luar rumah. Pembagian sembako ditujukan kepada masyarakat ekonomi lemah dan telah terdata.

” Justru itu kita bagi, kalau kita full satu tempat nantinya akan bertemu, berkerumun dan kontradiktif artinya dengan social distancing. Dan disini diambil ke tempat langsung ojol mengantarkan door to door ke rumah-rumah sehingga tidak terjadi kerumunan massa,” jelas Walikota Jaktim pada Jum’at petang dikantor RW 13 Jalan Krt Radjiman Jaktim, Minggu (12/4/2020).

Berbeda dengan pengemudi ojek online, Asep Sunandar mengatakan dirinya tidak pernah memperoleh order pengiriman paket Grab sameday dari pihak pengurus RT/RW di Jatinegara. Padahal, pengiriman sembako tersebut telah disampaikan oleh M. Anwar selaku Walikota Jaktim menggunakan jasa ojol.

” Nggak pernah dapat order antar sembako, belum pernah. Sepi banget orderan sekarang,” kata driver Grab di Basecamp Stasiun Buaran Baru Community (SBBC).

Ia menambahkan, selama PSBB diterapkan dia bersama driver Gojek lainnya belum pernah mendapatkan order pengiriman berupa kebutuhan pokok warga miskin.

Hal tersebut, menurut Asep sejak diberlakukannya PSBB para pengemudi ojol sulit mendapatkan order yang masuk ke diaplikasi online. Bahkan, driver ojol juga belum pernah mendapatkan bantuan berupa sembako dari pemerintah.

” Pengennya normal lagi seperti biasa jangan kaya gini kalau disuruh lockdown kita mau makan apa anak bini. Motor tetep bayar angsuran (kredit),” ujar pria yang tinggal di Penggilingan.

Sementara, Ahmad Rifki juga menjelaskan kesulitan mendapatkan order dari aplikasi Gojek ditengah pandemi Covid-19. Dia sendiri keluar rumah mencari order mulai pukul 12.00 Wib.

Belakang ini, diutarakan para drive online hingga malam hari tak kunjung mendapat order meskipun aplikasi Gojeknya selalu aktif. Lebih lanjut, dia menilai saat ini penghasilan dari narik ojol tidak cukup untuk dibawa pulang kerumah.

” Kebanyakan disini kebanyakan bermain orang (go-ride) sejak dimatikan aplikasinya banyak ngeluh. Pendapatan terganggu menurun pendapatan, keluar jam 12 siang sampai jam 12 malam,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, selama alur pembagian sembako kata Rifki, dia sempat menyaksikan keributan antar warga di RT 02/14. Namun disaat menarik ojol, dia pun melengkapi diri dengan atribut tambahan berupa masker untuk mencegah Virus Covid-19.

” Tadi ada juga ribut-ribut pembagian sembako di RT 07 RW 14. Order sulit,” ujar driver Gojek. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *