oleh

Kasus Penusukan Mantan Menkopolhukam Wiranto di Sidangkan di PT Banten demi Keamanan

Banter TribunAsia. com-Kasus penusukan mantan Menkopolhukam, Wiranto disidangkan dengan agenda pembacaan surat dakwaan di PT Banten Kota Pandeglang. Demi pertimbangan keamanan, maka persidangan berlangsung di PT Banten dibandingkan dengan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat melalui media teleconferece ditengah pandemi Covid-19.

Dr. Binsar M. Gultom, SH, SE, MH menyampaikan meskipun locus dan tempus delicti/tempat peristiwa pidana terjadi di Kota Pandeglang. Selain itu, menurut juru bicara Pengadilan Tinggi Banten tersebut permohonan juga diterima dari Kapolres Pandeglang dan Kajari Pandeglang.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

” Jika hari ini Kamis 9 April 2020 sekitar pukul 09.00 pagi akan di gelar sidang pembacaan surat dakwaan penusukan mantan Menkopulhukam Wiranto di Pengadilan Negeri (PN) Pandeglang melalui media teleconference,” kata Binsar yang juga sebagai hakim tinggi di Banten, Jum’at (10/4/2020).

Ia menjelaskan, berdasarkan Pasal 85 KUHAP, Ketua MA berdasarkan Surat Keputusan Ketua MA Nomor 255/KMA/SK/XII/2019 menetapkan PN Pandeglang menyidangkan perkara kasus penikaman mantan Pangab Wiranto.

” Sehingga berdasarkan pasal 85 KUHAP, Ketua MA berdasarkan Surat Keputusan Ketua MA Nomor 255/KMA/SK/XII/2019 menetapkan PN Pandeglang untuk menyidangkan perkara ini,” ungkapnya.

Dijetahui sebelumnya, proses penyelidikan, penyidikan dan penuntutan perkara dilakukan di Pandeglang karena lokus tempus deliktus terjadi di wilayah itu. Oleh karena itu, kata Binsar, kasus tersebut diambil alih oleh Mabes Polri dan penuntutan pun dilakukan oleh Kejagung RI.

” Sebelumnya memang penyelidikan, penyidikan dan penuntutan perkara yang menghebohkan masyarakat kota Serang ini dilakukan diwilayah locus tempus delicti kota Serang, namun akhirnya diambil alih oleh Mabes Polri/Densus 88 sekaligus penuntutannya dilakukan oleh Kejagung RI,” jelas mantan hakim PN Jakpus yang menangani kasus Jesika kopi Sianida.

Adapun terdakwa dalam kasus penusukan mantan Menkopolhukam, Wiranto diantaranya Samsudin alias Ending Fitri Diana alias Fitri Adriana dan Syahrial Alamsyah alias Abu Hara. Sekedar informasi, khusus terdakwa Samsudin alias Ending Fitri Diana alias Fitri Adriana tak lain adalah berstatus suami/istri. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *