oleh

MUHAMMADIYAH DAN KEPELOPORAN PUBLIK

Selamat Idul Fitri 1441 H

Muhammadiyah ditaqdirkan selalu hadir tepat pada waktunya— di saat umat Isdlam dibekap kebodohan Muhammadiyah hadir mencerahkan—di saat negara oleng hilang haluan Muhammadiyah hadir menyatukan. di saat pemerintahan butuh pertolongan Muhammadiyah hadir meminjamkan.

*^^^*
Lupakan jihad politik—sebab Muhammadiyah sudah politik itu sendiri. Inilah gerakan yang paling aku cintai — Bung Karno Sang Proklamator—Putra Sang Fadjar itu adalah kader Muhammadiyah —camkan itu— ia menulis artikel bagus menyayat hati yang diberi judul sendiri: ‘makin lama aku makin tjinta’.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Ketika yang lain berpikir saja belum, Muhammadiyah sudah bergerak bagai Paderi di garis depan—dan ketika yang lain baru membanggakan jumlah, Muhammadiyah telah meninggalkan jejak.

Saya bilang —contohlah Muhammadiyah — tak perlu berpikir berbulan-bulan hanya untuk menentukan kapan laockdown—semua amal usaha sudah melakukan dan mengantisipasi. Rumah sakit MUHAMMADIYAH telah siap siaga. Para aktifis kami telah menjadi relawan tanpa bayaran dan tak minta imbalan apapun. Muhammadiyah tidak pernah menjadi beban negara !

*^^^^*
Semua masjid dan amal usaha Muhammadiyah tiba tiba berubah menjadi Posko yang lincah bergerak: sebagai pusat informasi, pusat pergerakan membantu dan menolong.

Jangan pernah tanya berapa anggaran kami sebab kami tak pernah menyimpan uang— jangan tanya berapa saldo tersisa sebab gerakan kami hidup dari urunan. Muhammadiyah hadir sebagai pejuang dan pelopor. Dokter, perawat dan tenaga medis kami semua adalah pejuang dan pelopor—mereka semua adalah para mujahid di garis depan. Pun dengan para pengurus dan aktifis Persyarikatan, semuanya adalah para Paderi. Bukan hanya nyawa tapi juga harta yang akan kami kurbankan untuk agama dan bangsa —demikian yang diajarkan guru agung kami : Kyai Ahmad Dahlan allahuyarham.

Muhammadiyah terus hadir menjadi pelopor ketika negara mati gaya. Kemana para politisi yang rajin berjanji saat kampanye— tanyakan pada menteri keuangan apakah negara sudah punya cukup simpanan saat lockdown diberlakukan ? tanyakan pada menteri kesehatan apa sudah punya konsep tentang pengendalian wabah dua atau tiga bulan ke depan? Lihatlah para petinggi partai politik yang piawai saat bagi-bagi kekuasaan kemana mereka sekarang ? Lihatlah para saudagar kaya apa yang mereka berikan ketika negara susah?

*^^^**
Jangan ajari kami tentang cinta tanah air —- sebab hampir semua yang dilakukan MUHAMMADIYAH adalah bagaimana cara berbakti dan cinta pada negeri ..
Jiwa raga kami —-harta kami —itulah kami ! Saatnya bergerak bersama tidak saling menunggu —bahu membahu — selamatkan negeri !!’

@nurbaniyusuf
Aktiifis Persyarikatan
Nomor anggota : 776 968

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *