oleh

Istana Negara Kelebihan Orang Pintar namun Kekurangan Orang Cerdas

Oleh : Abd. Hamid Rahayaan

(Penasehat Pribadi Ketua Umum PBNU)

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Menurut saya, pintar dan cerdas adalah dua hal yang berbeda. Orang pintar adalah orang yang pandai, sedangkan orang cerdas adalah orang yang cerdik dan cermat dalam melihat sesuatu. Jika pengertian ini dibawa dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara maka orang pintar sering kesulitan dalam menyelesaikan persoalan bangsa dan negara sebab umumnya dari mereka hanya berkutat pada tataran teori dan wacana Sementara itu, orang cerdas mampu memberikan solusi dan jalan keluar dalam suatu masalah berkat pengetahuan, pengalaman, dan ilmu yang dimilikinya.

Jika memperhatikan orang-orang yang hari ini masuk dalam jajaran pemerintahan Presiden Jokowi, khususnya yang berada di lingkungan istana. Sebagian besar dari mereka adalah para akademisi yang pintar secara keilmuan namun minim pengalaman. Sementara mereka yang memiliki kecerdasan dan pengalaman yang mumpuni dalam mengelola pemerintahan dibiarkan begitu saja. Tak heran jika masukan dan advis yang diberikan kepada Presiden Jokowi oleh para jajaranya sering tidak sejalan dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden Jokowi sendiri.

Situasi yang demikian itu, membuat pengelolaan pemerintahan di lingkungan istana begitu lemah. banyak kesalahan-kesalahan yang dilakukan dan itu berdampak terhadap citra Presiden Jokowi. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah tumpang tindih kewenangan antar menteri. Hal ini disebabkan oleh minimnya pengalaman yang dimiliki dalam mengelola pemerintahan. Jika ini terus dibiarkan maka akan berdampak buruk terhadap pengelolaan pemerintahan yang berjalan saat ini.

Dalam situasi krisis yang sedang dihadapi bangsa Indonesia saat ini maka dibutuhkan keberanian Presiden Jokowi untuk menata ulang jajaran menterinya dan aparat pemerintahan lainnya dengan menempatkan orang-orang cerdas dan berpengalaman agar dapat menjamin stabilitas politik dan keamanan dalam negeri. Penataan kembali kabinet negara ini sekaligus menguntungkan yang menciptakan iklim investasi yang sehat bagi dunia usaha, terutama bagi investor dari luar yang ingin berinvestasi di Indonesia.

Indonesia memiliki banyak orang cerdas dan berpengalaman yang seyogyanya dapat mengelola pemerintahan dengan baik. Karena itu, ini saatnya Presiden Jokowi melakukan terobosan dengan mengambil putra-putri terbaik bangsa yang memiliki kecerdasan serta pengalaman mumpuni untuk berkontribusi terhadap kemajuan bangsa dan Negara.

Saya sangat yakin jika Presiden Jokowi berani mengambil keputusan untuk menata kembali jajaranya dengan menempatkan orang-orang cerdas dan berpengalaman dalam mengelola pemerintahan maka dapat dipastikan akan berdampak terhadap kemajuan bangsa dan negara ini. (Alhamra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *