oleh

PRESIDEN JOKOWI TERSANDERA

Oleh : Abd. Hamid Rahayaan
(Penasehat Pribadi Ketua Umum PBNU)

Bangsa Indonesia saat ini sedang dihadapkan dengan peristiwa luar biasa yaitu penyebaran virus corona, situasi ini tentu sangat berpengaruh terhadap kondisi politik dan ekonomi bangsa Indonesia, dalam kondisi semacam ini Presiden Jokowi dituntut untuk cepat dalam mengambil keputusan agar tidak terjadi krisis yang berkepanjangan, terutama dalam hal rencana pemindahan Ibu Kota Negara.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Jika mencermati kondisi politik yang berkembang akhir-akhir ini, Presiden Jokowi terkesan ragu dalam mengambil keputusan terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara, hal ini diperkuat dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan melalui juru bicaranya, bahwa pemindahan Ibu Kota Negara tetap berjalan sesuai rencana yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Sikap Presiden Jokowi yang lamban dalam mengambil keputusan memunculkan kecurigaan bahwa Presiden Jokowi sedang berada dalam posisi yang dilematis, atau sedang tersandera oleh kepentingan Luhut Cs yang ingin segera memindahkan Ibu Kota Negara, keinginan ini dikarenakan sebagian besar lahan di sekitar lokasi pemindahan Ibu Kota Negara adalah milik jaringan Luhut Cs, itu artinya jika Ibu Kota Negara berhasil dipindahkan maka kelompok inilah yang paling mendapatkan keuntungan secara politik dan ekonomi dari rencana pemindahan Ibu Kota Negara.

Upaya pemindahan Ibu Kota Negara dipaksakan dalam situasi Negara sedang dilanda penyebaran virus corona, hal ini tidak terlepas dari keinginan mendapatkan keuntungan politik dan ekonomi dari pemindahan Ibu Kota Negara, itu sebabnya agenda ini harus tetap berjalan meskipun rakyat yang akan dikorbankan.

Ditengah isu pemindahan Ibu Kota Negara ada rencana penunjukan Basuki Tjahaja Purnama sebagai Kepala Badan Otorita, disaat yang bersangkutan sedang menduduki posisi sebagai Komisaris Utama Pertamina yang sampai saat ini belum mampu menurunkan harga minyak dalam negeri, tujuanya adalah untuk mengamankan kepentingan politik dan ekonomi Luhut Cs.

Bahwa tujuan awal pemindahan Ibu Kota Negara adalah mengurangi angka kemacetan dan banjir di DKI Jakarta, namun dalam perjalanannya telah dimanfaatkan oleh kelompok Luhut Cs untuk tujuan politik dan ekonomi, karena itu saya sangat yakin bahwa BIN dan elit politik telah mengetahui rencana ini namun tidak berdaya dikarenakan Presiden Jokowi telah terjebak dan ikut dalam skenario yang dimainkan oleh Luhut Cs, oleh karena itu dengan terpaksa saya harus menyampaikan ini demi penyelamatan masa depan Bangsa dan Negara. (****)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *