oleh

Penjual Jamu Gendong Raup Keuntungan ditengah Pandemi Covid-19

Jakarta, TribunAsia.com Ditengah-tengah pandemi Covid-19 justru pedagang jamu gendong di Jakarta Timur mengalami peningkatan pendapatan.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Wiwin mengatakan, dalam sehari permintaan pelanggan cukup signifikan terutama penjualan jamu kunyit dan temulawak di sekitar Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur.

” Lumayanlah dikit-dikit ada orang pesan temulawa, jahe merah seperti itu. Walaupun sedikit sedikit ada tambahan deh,” kata ibu rumah tangga yang memiliki tiga orang anak kepada tribunasia.com ,Rabu (1/4/2020).

” Ya lumayan meningkat daripada yang kemarin-kemarin sekarang nambah 4 sampai 5 botol lumayan-lah ada kemajuan,” sambungnya.

Ia menambahkan, usaha jamu godokan telah dilakoni sejak 17 tahun lalu demi mencukupi kebutuhan keluarnya. Menurut dia, disaat merebaknya Virus Covid-19/Korona jamunya laris hingga 15 botol terjual.

Bahkan, pedagang keliling dibilangan Cipinang Besar Utara tersebut kerap menerima pesanan dari para pelanggannya untuk menjaga kesehatan.

” Sehari bisa sampai 15 botol, semenjak korona ini meningkat soalnya ada yang mesen temulawak kadang-kadang 2 botol 3 botol. Juga ada yang mesen jahe merah sama sereh 2 botol,” ungkapnya.

Sekedar informasi, wanita asal Solo, Jawa Tengah keluar dari kontrakannya sejak pagi hari hingga siang dengan memasang tarif Rp 5000,-/gelas. Dia sendiri menjajakan jamu olahannya keliling perkampungan warga dua kali dalam sehari mulai pagi dan petang hari.

” Keluar jam 7 sampai jam 12 kalau (pagi). Sorenya jam 6 (18.00 Wib) habis magrib nanti pulangnya jam 9 sebenarnya jam 8 (20.00 Wib) sudah habis,” tutur dia yang tinggal di Pisangan Lama, Kecamatan Pulogadung Jaktim.

Lebih lanjut, Wiwin menjelaskan biasanya dia menjual jamu kepada pelanggannya seharga Rp 3000,-. Sejak merebaknya Virus Covid-19 harga bahan-bahan baku jamu melonjak dan kini dia terpaksa menaikkan harga jual tersebut.

Wiwin sendiri yang kerap disapa Mbak Yu (kakak wanita – red bahasa Jawa) oleh pelanggannya menilai saat ini pendapatan melebihi dari hari biasanya. Kata dia masyarakat lebih memilih ramuan jamu untuk menangkal bahaya Virus Korona.

” Iya meningkat-lah omsetnya, lumayan Mas. Karena juga banyak yang pulang karena saat ini banyak yang di lockdown-lockdown seperti ini. Ya ibu-ibu, kalau bapak tahu semuanya juga minum mintanya pada kunyit temulawak, jahe merah. Di jalanan seperti ini kadang-kadang ada yang beli satu botol,” tutur penjual jamu yang memiliki suami berprofesi sebagai buruh bangunan. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *