oleh

Virus Ini Membersihkan Fisik dan Batin Kita

*_Oleh : Ratman Aspari_*

Perjalanan hari ini pulang pergi (bukan tidak taat anjuran suruh #dirumahsaja,karena tugas negara juga), benar benar Jakarta terasa sejuk, jalan raya begitu lengang, halte trans jakarta yg kulewati benar benar sepi, terlihat cuma satu dua orang.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Rasa sejuk udara Jakarta, apa karena sumber polusi, asap kendaraan dari kenalpot berkurang, seiring dengan sepinya Jakarta.

Kalau kondisi seperti ini terus dipertahankan, warga patuh, kalau tidak ada urusan penting, mending #dirumahsaja tentu udara di Jakarta akan terasa lebih sejuk lagi, lebih bersih, fresh…

Seorang temen bercerita, yang biasanya kalau habis bepergian, cuek, boro boro langsung mandi, kekamar mandi dulu, cuci tangan dan kaki jug tidak, tetapi sejak ada wabah virus, jadi lebih rajin, dia baca itu anjuran kalau habis bepergian, bukan sekedar cuci tangan, malah langsung mandi.

Dan sayapun jadi inget, petuah orang tua, para sesepuh waktu dikampung dulu, ketika habis bepergian, belum boleh masuk kerumah sebelum cuci kaki dulu kesumur (rata rata orang dulu dikampung kamar mandinya diluar rumah), apalagi kalau dikeluarga kita ada anak kecil, pantang sekali tidak cuci kaki, tangan dll sehabis bepergian, banyak sekali hal yang akan disampaikan oleh orang tua dan sesepuh, akan begini, begitu dan berbagai macam, yang semuanya itu hanya “falsafah”, inti sebenarnya adalah agar kita benar benar menjaga kebersihan.

Menjaga kebersihan ternyata tidak semata mata kebersihan fisik belaka, penting juga kebersihan batin, dalam kondisi dan situasi kita saat ini penting sekali terkait kebersihan batin.

Saatnya seluruh elemen warga kampung kita masing masing untuk saling bahu membahu, berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi sekelilingnya, entah bagaimana cara dan bentuknya, baik dikerjakan sendiri mupun berasama temen, kalaupun tidak bisa ya sudah sentara diam dulu dirumah, kurangi komen komen yang kurang sehat, apalagi caci maki, salah menyalahkan…., udahalah #diamsajadirumah.

Hikmah lain yang dapat dipetik, sebagaimana di sekeliling gang lingkungan dimana saya tinggal, begitu masuk mahgrib, ibu ibu tampak sibuk, ada yang mengaji/baca Al Quran, ada suara riuh di rumah sebelahnya lagi, ohh..ternyata ibunya lagi ngajarin Iqro, anak bontotnya. Dan kesibukan macem macem termasuk sendau gurau diantara keluarga, seisi rumah terlibat, keakraban dirumah begitu terasa sejak kita disuruh #dirumahsaja.

Suasana seperti ini nyaris tidak tidak aku temukan sebelum ada wabah ini.

Bapak dan ibunya sibuk, pagi pagi berangkat kerja, sore dan terkadang larut malam baru sampai rumah, ketika anak anaknya sudah terlelap, begitulah rutinitas keseharian kita.

Kita baru mendapat predikat sukses, sebagai orang kota, kalau diri kita sibuk, berangkat pagi pulang malam, entah apa yang dicarinya…

Dan kini kita disuruh diam dirumah, berhenti sejenak, merenung, tafakur kepada Sang Pencipta, bersihkan diri ini baik bersih fisik maupun bersih batin. Dan dari sana kita akan menemukan makna kehidupan yang hakiki, mengabdi kepada Sang Pencipta.

Luar biasa, dibalik kesulitan ada kemudahan, dibalik wabah ini ada hikmah yang terkadang kita tidak sadari, udara sekeliling kita jadi sedikit agak bersih, biasanya kita berdesak desakan dijalanan, saling kejar sekarang terasa lega…

Anak anak yang terlantar, karena kesibukan kedua orang tuanya, dan kita seolah tak punya waktu untuk sekedar saling menyapa diantara keluarga dalam satu rumah kita…dan kini kita bisa saling bercengekerama dengan seisi rumah, #diamdirumahsaja.

Biasanya kita yang enggan cuci tangan, sekarang kita jadi rajin cuci tangan, dan kita seolah kaget harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta disiplin…, padahal para sesepuh dikampung dulu sudah menyampaikanya, walau dengan caranya, dan kita tidak peduli…

Dan kemarin diri kita yang suka sombong, sok perkasa, mentang-mentang, ternyata diri ini begitu rapuhnya,… virus itu begitu kecil, tetapi mampu meruntuhkan segalanya, masihkah pantas kita mau terus menyombongkan diri…..

Betapa Alloh SWT menciptakan sesuatu tidaklah sia sia…ada hikmah dibalik ini semua, merunduk dan merenunglah…

_Kalisari, 29 Maret 2020_

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *