oleh

Penjual Rujak Ulek Yang Mangkal di Depan Kantor Kejari Jaktim Keluhkan Minat Pelanggan

Selamat Idul Fitri 1441 H

Jakarta,  TribunAsia. com – Penjual rujak ulek dan buah-buahan di Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur mengalami penurunan pembeli. Sakim (59) menjelaskan, sejak merebaknya virus Korona /Covid-19 calon pelanggan takut keluar rumah.

” Ini kaya model flu burung aja. Cuma orang aja mau keluar takut aja liillaji ta’ala aja. Cuma selama ada begini (korona) kacau, orang mau keluar takut. Pembelinya kurang nggak kaya kemaren-kemaren hujan panas bagus,” ujar pria bekaos hijau kepada tribunasia.com , Senin (30/3/2020).

Iklan RB

Perlu diketahui, pria paruh baya tersebut yang ngontrak di RT 11/09 kini mangkal didepan kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Sakim sendiri menjajakan dagangannya dengan menggunakan gerobak roda dua selepas waktu shalat Magrib.

” Ngontrak di RT 11 RW 09 Cipinang Jaya belakang Basura, 30 tahun ngontrak disitu,” ungkapnya.

Dia menambahkan, keluar dari tempat tinggalnya di Jalan Cipinang Jaya sekitar pukul 18.00 Wib hingga pukul 03.00 Wib dini hari. Dagang rujak dan buah Sakim awali sejak tahun 1990 di Jakarta Timur.

Lebih lanjut, dia juga mengeluhkan belakang ini pendapatan terasa berkurang karena merebaknya virus Korona.

” Keluar habis magrib sampai jam 3. Boro-boro untung cuma cape doang, omset biasanya 500 ribu sekarang 300 ribu cukup buat makan,” kata dia.

Selain itu, dia memaparkan jika barang dagangannya tidak habis terjual maka sisa buah-buahan tersebut diberikan kepada warga sekitar. Sementara, melihat kondisi yang tidak memungkinkan Sakim berinisiatif membelanjakan sebagian uangnya sesuai kebutuhan barang dagangannya.

” Kan posisi klo kurang banyak ditambahin (dibelanjakan). Semenjak ada kasus ini aja kurang apalagi portal-portal gang digembok,” tandasnya.

Namun demikian, pria yang telah miliki cucu itu merinci buah-buahan yang dijualnya di bandrol Rp 4000,-/potong. Akan tetapi, untuk harga rujak ulek tiap porsinya di patok harga standar senilai Rp 15 ribu.

” Dipatokin standar 15 ribu , buah 4 ribu. Semenjak ada kasus ini semua kelabakan sebab pembelinya kurang,” terang Pakde Jangkung yang akrab disapa oleh pelanggan tetapnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *