oleh

Bupati Magelang Berkhianat dan Tidak Komitmen

Kisruh di Magelang terkait PT Sido Agung Farm semakin hari semakin terbuka dan terbongkar hal-hal yang sangat tidak profesional, tidak komitmen, tidak solid dan dzolim.

Bupati Magelang sebagai orang agung pemimpin rakyat Magelang dibohongi, ditipu muslihati sama anak buahnya sendiri. Perintah Bupati Magelang yang berwujud surat pemberitahuan No. 660.1/5590/11/2019 terkait Pabrik pakan ternak Sido Agung Farm menghentikan kegiatan operasional baik uji coba mesin produksi maupun bersifat komersial sejak tanggal 12-12-2019 tidak dikawal dan tidak di eksekusi oleh pengawal perda yaitu satpol PP Kabupaten Magelang.

Isi surat Bupati Magelang selanjutnya adalah perintah membentuk tim koordinasi yang terdiri dari pemda Kabupaten Magelang, Polres Magelang, Kodim Magelang, Kecamatan Tempuran, Pemerintah Desa, PT Sido Agung Farm, Warga masyarakat terdampak dan GPK Aliansi Tepi Barat. Tim ini dibentuk sangat ideal. Mengakomodir semua pihak. Akan tetapi pandangan kami dari GPK Aliansi Tepi Barat menilai bahwa tim bentukan Bupati ini tidak solid, tidak kompak, tidak memegang komitmen.

Ketidakkompakan ini terlihat dari semua proses baik di dalam forum ataupun di lapangan. Semua tidak sinkron. Anggota tim tidak bisa menggunakan sudut pandang yang sama yaitu untuk kepentingan rakyat atau masyarakat dan bukan pertimbangan manfaat atau mudharat.

Banyak fakta yang membuktikan hal tersebut. Salah satu hal yang membuktikan bahwa Bupati Magelang berkhianat terhadap sesama anggota tim terutama GPK Aliansi Tepi Barat dan perwakilan warga masyarakat adalah ketika rapat pada tanggal 13 Maret 2020 dimana dua komponen tersebut tidak diundang. Padahal salah satu hasil dari rapat tersebut adalah keluarnya nota dinas perintah membuka segel untuk mengeluarkan mobil-mobil yang terjebak di dalam pabrik.

Sementara, pada hari jumat tanggal 20 Maret 2020 dua komponen tim bentukan Bupati Magelang yang pertama perwakilan warga yaitu saudara Asep sedang ditahan pihak Polda Jateng sementara anggota tim GPK Aliansi Tepi Barat juga sedang berada di Polda Jateng bersama tim pengacara.

Kenapa bupati Magelang berkhianat terhadap sesama anggota tim yang dibentuknya sendiri? Apakah hal ini sepengetahuan Bupati atau tidak?? _Kok_ begitu beraninya di hari Jumat tanggal 20 Maret 2020 tim yang tifak mengakomodir perwakilan warga dan GPK Aliansi Tepi Barat terkesan _nglimpekke_ untuk membuka segel pintu gerbang pabrik PT Sido Agung Farm Tempuran Magelang.

Kami yang merupakan bagian dari rakyat Magelang, ya rakyatnya Pak Bupati hanya bisa menilai kalau *Pak Bupati Magelang khianat dan tidak komitmen*.

Magelang, 25 Maret 2020

*GPK ALIANSI TEPI BARAT MAGELANG*

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *