oleh

Pedagang Makanan Matang di Jaktim Keluhkan Calon Pembeli Sepi Akibat Korona

Pedagang kaki lima (K5) keluhkan calon pembeli sepi ditengah-tengah merebaknya virus korona (covid-19) di Jakarta. Aris menjelaskan terhitung mulai dari hari Jum’at lalu hingga Selasa petang pelanggan dinilai takut keluar rumah.

” Mulai Jum’at Sabtu Minggu ‘lock down’ nggak ada aktivitas mau mampir takut (beli),” kata pedagang soto yang mangkal di Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur , Selasa (24/3/2020).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Selasa ini, dia bisa bernapas lega karena pembeli mulai menghampiri dagangannya. Pasalnya, sejak masyarakat dihimbau untuk tetap didalam rumah oleh pemerintah pendapatan pedagang soto ayam itu mendadak sepi.

” Mulai alhamdulillah dari Senin sampai Selasa pendapatan separoh (setengah), orang pada buru-buru. Masalah kita dirumah melulu tiga hari itu balikin modal,” ungkapnya.

Perlu diketahui, suasana kegiatan di Jalan Jatinegara Kaum nyaris sepi. Bahkan, biasanya para pedagang yang menjajakan barang dagangannya pun tak nampak kegiatan jual beli.

” Isu- isu korona waduh kepedanggang semua apalagi yang dagang pagi sepi,” turut dia lagi.

Secara terpisah juga diungkapkan oleh pedagang ayam penyet di Cipinang Besar Utara pelanggan menurun drastis.

Menurut Pak Gendut, isu korona penyebab turunnya minat pembeli karena masyarakat enggan keluar rumah. Selain sepi pelanggan, dia pun mengeluhkan bayar kontrakan rumah yang belum diperoleh uangnya.

” Pokonya semenjak isu-isu Korona ini, yang jelas menurunlah nggk seperti hari-hari biasa belum bayar kontrakan rumah,” cetus pedagang makanan siap saji.

Pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya tiap sore hari mengatakan, isu korona sangat ditakuti oleh masyarakat beranjak keluar rumah.

Lebih lanjut, diutarakan dia jika lauk pauk yang dijualnya itu tidak habis maka akan dinikmati oleh keluarganya dirumah.

” Menurun drastis, sangat pengaruh orang keluar ragu segala macem orang takut korona bagaimana barang nggak keliatan tau-tau sakit,” ujar pria berkaos merah. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *