oleh

“Tuhan Kesepian”, Corona Adalah Cara Untuk Mengingat-Nya

 

*”Tuhan Kesepian”, Corona Adalah Cara Untuk Mengingat-Nya*

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Oleh : Anang Imamuddin

Pagi buta, ketika embun masih melayang di ruang-ruang udara. Matahari mulai menampakkan dirinya. Makhluk yang bernama manusia itu mulai dibangunkan lagi oleh Tuhannya. Walaupun manusia itu berada di dalam *Hak Tuhan*, Allah _Subhanahu Wata’ala_ sepenuhnya. Allah yang menidurkan dan Allah lah yang membangunkan. Walaupun ketika tidur dan kita tidak pernah bangun lagi, itu sudah sepenuhnya hak _prerogatif_ Tuhan.

Di pagi itu manusia bertebaran di muka bumi. Ada yang mencari ilmu, menumpuk harta serta mengejar jabatan. Ada juga yang mencari sesuap nasi untuk menyambung hidupnya. Pasar ramai orang dan penuh transaksi dunia. _Mall_ serta pusat perbelanjaan sarat dengan gaya hidup dan tempat berfoya-foya. Kantor penuh dengan target dan ambisi. Panggung dunia lalu lalang kata fitnah, iri, dengki untuk menjatuhkan, membunuh supaya mereka tampil menjadi juara.

Dunia penuh hiruk pikuk, sendau gurau serta _ketawa ketiwi_. Ketika siang hari Tuhan memanggil,mereka cuek karena masih sibuk dengan pekerjaan dan target-targetnya. Sore dan malam pun tiba, Tuhan memanggil lagi. Ternyata manusia-manusia masih lupa, seolah-olah dia hidup dan sukses karena kehebatan dan kepintarannya sendiri.

Saat itu _”Tuhan Kesepian”_, padahal bukan Allah yang butuh kita, tetapi seribu persen kita yang sangat butuh Dia. Kita bukan siapa-siapa dan pasti bukan apa-apa. Tidak pula bisa dibandingkan makhluk _kok_ sama Sang Pencipta. Sombongnya kita, arogannya kita telah membuat lupa kepada-Nya.

Ketika pasukan Allah yang paling kecil yaitu virus corona mengikuti perintah-Nya yaitu mengguncang dunia baru sebagian manusia tersadar bahwa selama ini mereka lupa. Tetapi masih ada juga yang sangat takut dengan virus corona tetapi Tuhan sang pencipta corona tidak masuk dalam peta analisis di pikirannya. Seolah-olah corona ini ada mainan anak-anak _made in_ China yang mudah kita taklukkan dengan membaca buku panduan saja.

Wahai manusia..Mari kita saling mengingatkan untuk kebenaran dan kesabaran. Letakkan kecerdasan otakmu dibawah tauhidmu. Lakukan analisis langit untuk selanjutnya lakukan analisis bumi. Jadilah dokter untuk batinmu sekaligus jadilah dokter untuk lahirmu. Corona tidak muncul dengan tiba-tiba tanpa ada yang menciptakan dan memerintahkan. Mari kita kembali kepada-Nya. Isolasi diri dirumah masing-masing menjadi sarana untuk koreksi diri, ingat pada-Nya supaya Tuhan, Allah _Subhanahu Wata’ala_ tidak tega kepada kita dan segera mengangkat pasukan corona ke langit-Nya

_Salam Dari Desa_
_Dari Desa Untuk Dunia_

Anang Imamuddin (Aktivis Pergerakan dan Penggiat Desa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *