oleh

Tiga Bulan Anggaran Operasional Posyandu di Jakarta Tak Kunjung Cair

Jakarta, TribunAsia.com – Terhitung selama 3 bulan tak kunjung cair dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kader Posyandu putar otak belanja kebutuhan pokok. Sementara, demi berlangsungnya pelayanan Posyandu biaya operasional ditanggung sementara oleh pengurus lingkungan demi memenuhi gizi warga setempat.

Irianto berpendapat, sebelum ada perubahan sistem pengelolaan anggaran dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kegiatan Posyandu dikelola langsung oleh kelompok masyarakat.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Tetapi belakangan ini, kata dia pengurus merasa keberatan karena kantong mulai kering akibat lambatnya angggaran Posyandu ke titik masyarakat.

“Tiga (3) bulan ini anggaran swakelola posyandu belum kami terima. Jadi kami harus putar otak untuk tetap bisa melaksanakan kegiatan posyandu karna ini kami anggap sangat penting yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak,” keluh Ketua RW 012, Minggu (15/2/2020).

Perlu diketahui, Pemda DKI Jakarta menerangkan sistem pengelolaan dana kegiatan secara swakelola. Untuk menunjang kegiatan Posyandu, petugas mengeluhkan anggaran tersebut hingga kini anggaran macet. Bahkan, disampaikan oleh Ketua FKRW Jatinegara diera modernisasi seperti sekarang ini birokrasi dinilai sangat bertele-tele.

“Sementara kegiatan-kegiatan lainnya berkaitan dengan lingkungan pun harus tetap kami laksanakan yang semua memerlukan anggaran. Kami sama sekali tidak mengerti di zaman se-modern ini masih saja birokrasi sangat bertele tele yang pada akhirnya merugikan warga masyarakat,” tandas pengurus lingkungan kepada TribunAsia.com.

Ditambahkan Irianto, rekening Bank DKI yang digunakan untuk mencairkan operasional anggaran swakelola yang peruntukan bagi pelayanan Posyandu tak kunjung terbit. Ironisnya, meskipun surat penyedia dana (SPD) telah turun tetapi hingga kini buku rekening Bank DKI belum diterimanya.

“Kami selaku pengurus RW dan juga pengelola Posyandu yang bekerja sebagai ujung tombak kesuksesan pemerintah daerah justru merasa berat karena kami harus menutupi anggaran tersebut,” sambung dia lagi.

Selain mengkritisi, dia juga mengklaim keberhasilan pemerintah tak lepas dari kerja nyata pengurus lingkungan. Lebih lanjut, keberhasilan kegiatan Posyandu akan berdampak positif terhadap perkembangan kesehatan masyarakat sekitar.

“Tentu ini sangat penting, mengingat keberhasilan pengelolaan posyandu akan berdampak positif terhadap perkembangan ibu dan anak yang nantinya akan sangat mempengaruhi banyak hal dalam masyarakat,” jelas Ketua Forum Komunikasi Rukun Warga. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *