oleh

Kekerasan Wartawan di Lampung Jadi Perhatian International Federation of Journalists

Selamat Idul Fitri 1441 H

Jakarta, TribunAsia.com – International Federation of Journalists (IFJ) yang berpusat di Brusel, Belgia, memberikan perhatian serius pada kasus kekerasan verbal yang dialami wartawati RMOL Lampung, Tuti Nurkhomariyah, beberapa waktu lalu.

Kekerasan terjadi, ketika Gubernur Lampung Arinal Djunaidi tengah memberikan sambutan disebuah acara yang berada dikantor Gubernur Lampung, Selasa (3/3) pekan lalu.

Iklan RB

Kehadiran Tuti wartawan RMOL Lampung sempat dipertanyakan dalam acara tersebut. Sang wartawati itu juga sempat mendapatkan tekanan dan dibawa empat orang ajudan Gubernur ke dalam ruangan kerja Gubernur. Saat itu, di dalam ruangan korban kembali mengalami tekanan dan bernada ancaman.

Mendengar informasi kekerasan itu, IFJ meminta terhadap Gubernur Lampung untuk menghormati wartawan yang sedang menjalankan tugas profesi.

Lebih lanjut, IFJ merujuk dari beberapa kasus serupa sempat juga dilakukan Gubernur Arinal Djunaidi terhadap wartawan lain.

“Gubernur Lampung kelihatannya membangun pola merusak yakni membully media, yang tidak dapat diterima,” tulis IFJ, Sabtu (13/3/2020).

sekedar informasi, IFJ adalah organisasi wartawan terbesar di dunia yang berdiri sejak 1926. IFJ memiliki anggota sebanyak 187 asosiasi wartawan yang mewakili 600 ribu wartawan di 140 negara.

Namun demikian, IFJ mengingatkan Gubernur Arinal Djunaidi pada tanggung jawab bersikap profesional dan terhormat dalam berhubungan dengan media.

“Keberatan terhadap media harus dilakukan melalui Dewan Pers,” tulis IFJ lagi.

Sementara itu, CEO Kantor Berita Politik RMOL Teguh Santosa mengatakan pihaknya telah mempelajari kasus ini. Tuti telah memberikan keterangan kepada Manajemen RMOL di Jakarta. Saat ini Tuti ditarik kembali ke Jakarta.

“Langkah ini kami ambil untuk melindungi Tuti dan menghindarkan berbagai kemungkinan yang tidak kita inginkan. Tuti telah menerima ancaman yang tidak dapat kita pandang sebelah mata,” jelas Teguh.

RMOL Lampung adalah anak perusahaan Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta. Tuti merupakan wartawan grup media ini yang ditugaskan di Lampung mengingat ia adalah warga Lampung.

“Penjelasan dari Tuti sudah cukup. Kami akan membawa kasus ini ke Dewan Pers. Seperti IFJ kami juga menduga ada pola tidak sehat yang dikembangkan Gubernur Lampung dalam interaksi dengan media,” tandasnya.

Teguh yang juga Anggota Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menambahkan, pihaknya mengapreasiai perhatian yang diberikan IFJ kepada Tuti.

“Solidaritas Internasional ini cukup membesarkan hati Tuti dan keluarga besar RMOL. Kami mengucapkan terima kasih,” sambung dia lagi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *