oleh

BPJS Ketenagakerjaan Tawarkan Kenaikan Manfaat Serta Jaminan Kematian

Jakarta, TribunAsia.com – BPJS Ketenagakerjaan tawarkan jaminan kematian akibat kecelakaan kerja di Jatinegara Jakarta Timur. Sesuai dengan PP 82 Tahun 2019 dimana jaminan kecelakaan hingga kematian mendapat kenaikan jaminan senilai Rp 42 juta.

“Yang pertama BPJS Ketenagakerjaan itu ada kenaikan manfaat, sesuai dengan PP 82 Tahun tahun 2019 di mana jaminan kredit dan jaminan kematian untuk dia meninggal dunia karena kecelakaan kerja sebelumnya sebelumnya 24 juta,” ungkap Account Representatif BPJS Ketenagakerjaan Rawamangun, Fernando Oktavian kepada TribunAsia.com di Jatinegara, Rabu (11/3/2020).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Kemudian dia memamaparkan dari kenaikan manfaat di BPJS Ketenagakerjaan keluarga dari karyawan/tenaga kerja akibat kecelakaan kerja akan memperoleh biaya pendidikan. Biaya pendidikan yang ditanggung BPJS Ketenagakerjaan uang dimaksud untuk pembiayaan sekolah mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

“Sekarang naik menjadi 42 juta, lalu ada juga beasiswa untuk anak yang tenaga kerjanya yang meninggal dunia. Jadi tenaga kerja yang meninggal dunia itu anaknya bisa mendapatkan beasiswa dari dari TK sampai kuliah,” jelasnya.

“Kalau BPJS Ketenagakerjaan seperti apa yang saya bilang manfaatnya naik tapi iurannya tetap tidak naik malah justru manfaatnya yang dinaikkan,” ungkap.

Terlebih, dia menyampaikan, ” Kita sih menekankan seperti apa yang ditekankan sebenarnya dimana setiap perangkat masyarakat ini dapat terlindungi. Apabila terjadi resiko yang namanya kecelakaan kerja hingga meninggal dunia sehingga itu tanggung jawab dari BPJS Ketenagakerjaan,” tandasnya.

Namun demikian, BJPS ketenagakerjaan mengharapkan peserta BPJS tertib melaksanakan kewajibannya membayar iuran tiap bulannya.

“Jadinya kita berharap peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat membayar iuran sesuai dengan bayaran iurannya sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal,” lanjutnya.

Mendatang kata Fernando, BPJS Ketenagakerjaan akan menerapkan sistem auto debet melalui Bank DKI. Dia mencatat sekitar 25% penduduk di Rawabunga terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

“Nanti kedepannya kita bisa menggunakan auto debet Bank DKI juga apabila para peserta ini memang ingin mendaftar dengan sistem autodebet,” terang dia lagi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *