oleh

HPSN Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulo Gadung Jadi Pilot Projek di Jakarta

Jakarta, TribunAsia.com – Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang berlangsung di Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulo Gadung Jakarta Timur. Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Drs. Syarifuddin Msi mengatakan permasalahan sampah merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.

Ia menyampaikan, RW 07 yang terdapat di Kelurahan Kayu Putih merupakan salah satu contoh tempat pengelolaan sampah di Jakarta Timur dan Wakadis LH menargetkan tahun 2020 ini bisa diikuti sebanyak 25 kota di DKI Jakarta.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Tahu lalu 22 samtama, Tahun ini kita satu kota 25, jadi 127 RW yang akan berjalan dan tiap tahun ada progres. Sebenarnya, ini sudah berjalan di masyarakat dipadukan dengan program yang dimiliki pemerintah sehingga ini menjadi kebutuhan bersama bahwa mengolah sampah itu tanggung jawab bersama (samtama),” katanya, Selasa (10/3/2020).

Mesin pencacah sampah rencananya akan disediakan oleh Dinas Lingkungan Hidup ke masing-masing RW di Jakarta. Khusus sampah organik yang bersumber dari sampah rumah tangga kata dia dengan alat mesin pencacah bisa dimanfaatkan untuk pupuk tanaman.

Sekedar informasi, untuk Lurah Kayu Putih sendiri saat ini di jabat oleh Artika Ristiana dan Camat Pulogadung di jabat oleh Bambang Pangestu. A .

“Kita mengadakan sesuai dengan kemampuan anggaran (mesin pencacah) . Dan kita berikan sebagai suatu alat sebagai stimulan perangkat pengolah sampah sejak dari sumber khususnya sampah organik yang diolah untuk menjadi kompos,” ujar Syarifuddin.

Dinas LH menambahkan, bank sampah juga sudah telah tersedia dimasing-masing RW. Lanjutnya, jika dibutuhkan pihaknya akan menyediakan hal tersebut dimaksud untuk mengelola serta mengurangi penumpukan sampah. Diketahui, dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Pemda DKI Jakarta, Ormas dan termasuk seluruh camat dan kelurahan di Jaktim.

“Tiap bank sampah sudah ada yang punya mungkin kalau kebutuhan akan ditambah setiap satu RW satu. Mungkin kalau memang sesuai kebutuhannya pemerintah akan membantu dengan harapan mereka bisa mengelola sampah organik kompos,” jelas Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.

Walikota Jaktim, M. Anwar saat menghadiri HPSN turut mengatakan kegiatan pengolahan sampah utarakan dia bisa memotivasi masyarakat. Terlebih sampah yang berasal dari rumah tangga bisa mengurangi sampah di Jakarta Timur.

“HPSN ini betul-betul dapat memotivasi warga mengelola sampah dari hulu sampai hilir. Tentunya saat ini pemerintah membuat regulasi dan kembali semuanya itu kepada masyarakat berperilaku bersih dan sehat mengelola sampah dengan baik,” ungkapnya.

Tidak hanya ancaman jumlah sampah selain berkurang akan tetapi menambahkan pemasukan warga setempat. Menurutnya, salah satu pilot projek di Jakarta Timur dilingkungan RW 07 mampu mengurangi sampai hingga 45 %.

“Jadi sampah ini ancaman menjadi peluang buat kita dan mempunyai nilai ekonomis khususnya sampah non-organik. RW 07 cerita dari pak Lingkungan Hidup adalah bisa mengolah sampah menjadi pilot projek mengelola sampah sampai 45% ini sangat luar biasa,” papar Anwar. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *