oleh

Ribuan Mahasiswa Universitas Gunadarma Kepung Rektorat Protes Blanko Biaya Kuliah

Depok, TribunAsia.com – Mengaku sempat dituduh massa demontrasi bayaran, dua-ribuan lebih mahasiswa Universitas Gunadarma berunjukrasa di Plaza Rektorat, Senin (9/3).

Memperkenalkan dirinya dengan nama sebagai Mahasiswa, seorang mahasiswa memimpin ribuan rekannya berunjukrasa. Dia membantah tuduhan bahwa mareka adalah massa bayaran. Ini adalah unras kedua, setelah sebelumnya beraksi hari Jumat (6/3) lalu.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Utamanya mareka memprotes semakin tingginya uang perkuliahan sistem pecah blanko. Jadi fenomena di semester genap tahun 2020 ini, lebih dari tiga ribu mahasiswa tak mampu bayar uang semester dan terancam drop out (DO).

“Kemarin Jumat waktu kita demo dengan dua ratus orang. Trus ada yang datang ke kita dan bilang ini dapat bayaran berapa (untuk demo). Sekarang kita buktikan (bukan bayaran), kita datang dengan dua ribu orang,” ujar koordinator unras ini disambut teriakan dukungan semua pengunras.

Unras ini mendapat pengamanan dari kepolisian Polres Metro Depok. Pantauan, situasi berlangsung kondusif.

Disebutkan Rina, seorang mahasiswi lainnya, di tahun 2020 ini, biaya perkuliahan semakin mahal dan mencekik. Biaya semester di Universitas Gunadarma ini mulai terendah Rp8 juta samp Rp15 juta per semester dengan cara pembayaran dua tahap 70 dan 30 persen. Bila belum melunasi uang kuliah maka nilai Indeks Prestasi Kuliah (IPK) tidak dikeluarkan.

“Jarak antara pembayaran semester pertama dalam jangka jeda waktu satu bulan. Mahasiswa juga suka dipersulit. Zaman sekarang orang tua kami juga makin sulit keuangan mareka. Segalanya mahal. Bisnis orang tua saya juga menurun,” ujar mahasiswi semester 8 jurusan Teknologi Informatika ini.

Dea, mahasiswa lainnya juga menilai, pesatnya pembangunan sejumlah fasilitas gedung juga mempengaruhi ketatnya pungutan biaya di Gundar ini.

Ini sejumlah petisi pengunjukrasa yaitu, pertama, menuntut kampus menyempurnakan regulasi kebijakan pecah blanko. Kedau, Menuntut adanya transparansi biaya perkuliahan dan transparansi anggaran. Dan, ketiga, Menuntut diberlakukannya statuta kampus.

Tuntutan keempat berikutnya, Menuntut kejelasan sertifikasi profesi untuk semua mahasiswa. Kelima, Menuntut kampus untuk melibatkan mahasiswa dalam pembuatan dan merancang suatu kebijakan yang diterbitkan. Keenam, Menuntut pemerataan fasilitas semua region Universitas Gunadarma, serta ketujuh, tuntutan ini diberlakukan di semua region Universitas Gunadarma.

Aksi massa berawal berkumpul di Kampus E Univ Gunadarma di Jalan Akses UI kemudian longmarch jalan kaki menuju Kampus D Univ Gunadarma Jl. Margonda Raya sehingga sempat menutup sebagian Jalanan sebelum tiba di Rektorat Kampus.

Peserta aksi mengundang perwakilan mahasiswa dari lima region dari Kota Depok, Jakarta-Salemba, dan Kalimalang, Kota Karawaci dan Kota Tangerang. (Hira)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *