oleh

Pencabulan Dibawah Umur Terjadi di Kolam Renang Ciracas

Jakarta, TribunAsia.com – Pencabulan dibawah umur kembali terungkap di PN Jaktim. Korban KYS yang msih duduk di bangku sekolah dasar diperlakukan tidak senonoh oleh terdakwa Marwoto dikolam renang Tirta Yudha Cijantung, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Chandra Ari Wijaya, SH menyampaikan pencabulan terjadi ketika korban tengah berenang. Setelah renang, KYS baru bercerita dengan ayah dan ibunya dirumah.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Pencabulan dibawah umur, awalnya korban berenang dikolam renang Tirta Yudha Cijantung,” kata JPU Kejaksaan Negeri Jakarta Timur kepada TribunAsia.com, Kamis (5/3/2020).

Menurut penuntut umum, Marwoto sempat didatangi orang tua korban dan yang bersangkutan mengakui perbuatan pencabulan tersebut. Atas kejadian itu, korban juga telah divisum dan mengalami trauma.

“Begitu anaknya cerita Bapak korban tanya-tanya ke sipelaku dan benar dia punya niat tentang hal itu. Sempet divisum hasilnya tidak ada luka, terus psikologi agak cemas,” ungkap Chandra.

“Tentang kejadian dan kronologis dan terdakwa mengakuinya,” sambung dia lagi.

Persidangan dilaksanakan dengan tertutup dan kala itu menghadirkan saksi-saksi seputar kronologi perbuatan cabul. Namun demikian JPU menambahkan, sudah 8 tahun terdakwa Marwoto berpisah dengan isterinya.

Dan kini terdakwa terancam undang-undang perlindungan anak Pada 82 ayat 1. Jika terbukti bersalah, Marwoto terancam kurungan selama 5 tahun dan maksimal penjara 15 tahun.

“Pasal 82 ayat 1 tentang perlindungan anak. Sidang tertutup ancaman penjara minimal 5 tahun dan maksimal hukuman hingga 15 tahun,” tandasnya.

Status terdakwa saat ini sebagai karyawan dan Chandra menyampaikan saksi-saksi yang dihadirkan dalam persidangan tak lain kedua orang tua korban. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *