oleh

Optimalkan Penanganan Corona, Status KLB Dapat Ditetapkan di Depok

Depok, TribunAsia.com – Sudah waktunya menetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) sejak dua warga ini ditetapkan positif terpapar virus corona oleh pemerintah pusat. Hal ini untuk peningkatan kesiagaan dan waspada pada antisipasi penyebaran virus corona di Kota Depok.

Dilaporkan TribunAsia.com, Kamis (5/3) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Hardiono menjelaskan, sesuai dengan prosedurnya sekda sudah menyampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Novarita untuk mengajukan saran kepada Wali Kota Depok Muhammad Idris untuk menetapkan status KLB Corona ini.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Pertimbanganya, sesuatu pernyakit yang awalnya tidak ada kemudian tiba-tiba ada penyakitnya maka itu masuk dalam Kejadian Luar Biasa. Apalagi corona sudah jadi peristiwa skalanya internasional. Dasar hukumnya adalah Surat Keputusan Kemenkes dan Kemendagri,” ujar Hardiono

Sedangkan, jika misalnya tahun berikutnya ada peristiwa yang sama lagi dengan waktu dan jumlah yang sama, maka belum dapat menjadi status KLB. Namun bila kejadian berulang dengan jumlah meningkat sampai 100 persen makan dapat ditetapkan menjadi status KLB kembali.

Sebut Hardiono, mantan Kadinkes dan Kabappeda ini, dengan Wali Kota tetapkan status KLB maka optimalisasi pemakaian anggaran pendanaan dapat ditingkatkan. Sehingga, punya payung hukum untuk dapat memakai pos dana darurat ketika ada pemeriksaan keuangan nantinya.

“Dengan dijadikan status KLB dapat menggunakan alokasi dana darurat Pemkot Depok untuk membiayai kegiatan Dinas Kesehatan diantara untuk pembiayaan rumah sakit satelit corona, rumkes warga, pengadaan obat-obatan, pembiayaan aktivitas tenaga medis dan keperluan insidentil lainnya. RST dan Rumkes tersebut bersifat ad hoc sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Rumkes yang ada adalah rumah milik warga komplek Bangbang Irawan yang tidak ditempati. Pemakaian rumkes ini tergantung kebutuhan selama tanggap darurat corona. Sejak Rabu (4/3) rumkes ini sudah beroperasi dengan pelayanan dari petugas kesehatan dari Puskesmas Pondok Sukmajaya. (Hira)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *