oleh

Jelang Pilkada Depok 2020, Riuh Diskusi Publik ‘Para Penantang Petahana: Siapa Siap, Siapa Kuat ?’

Depok, TribunAsia.com – Terjadi keriuhan dalam Diskusi Publik Para Penantang Pertahana, Siapa Siap, Siapa Kuat, yang diselenggarakan Kumpulan Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kalam HMI) di Artivator, Jalan Pemuda, Kota Depok. Jumat (28/20. Perdebatan pun menjadi riuh diselengi sanggahan antar narasumber dan tawa, serta tepuk tangan hadirin melihat enjoinya narasumber dan panelis mengelaborasi argumentasinya.

Pasalnya enam narasumber yang dihadirkan saling beradu gagasan dan argumentasi politik, kritik, saran, atau gagasan tentang pembangunan kota serta ‘peta’ politik dalam Pilkada Serentak Indonesia 2020 di Kota Depok.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Menariknya, kesertaan pakar Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr Hamdi Muluk dan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok Pradi Supriatna yang juga petahan Wakil Wali Kota Depok serta politisi kawakan dari PKB Babai Suhaimi, anggota DPRD Kota Depok ini membuat forum diskusi panas dan dinamis.

Keseruan diskusi ini, ditambahkan pula keikutsertaan para politisi muda peminat bakal calon Wali Kota Depok yaitu mantan aktivis gerakan Reformasi 1998 dan mantan ketua BEM UI Rama Pratama,  mantan caleg pusat PSI dan mantan wartawan Yurgen Alifia Sutarno, serta Ketua DPC Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Afifah Alia.  DPC PDIP Kota Depok sudah megadangkan wanita pengusaha ini menjadi alternatif calon wali kota seusai pertemuan poros ‘Betawi Ngoempoel’ antar Partai Gerindra dengan PDIP beberapa waktu yang lalu.

‘Kacau ni acara… ha…ha… Seru, gaduh ini acara. Keren melihat orang-orang pintar ini punya gagasan yang kritis dan progresif tentang Kota Depok. Prof Hamdi muluk jago juga memanaskan suasana…. ha… ha.., Pradi, Babai, Rama, Yurgen, Afifah semua cair walau saling punya misi politik masing-masing,” ujar Sigit Haryanto peserta diskusi yang juga mantan aktivis gerakan Reformasi ‘98 ini.

Warga Kota Depok dari Pesona, mengaku senang menyaksikan semua narasumber dapat berbicara bebas dan lugas. Sebutnya, hal ini memperlihatkan kedewasaan berpolitik para politisi ini yang tidak egois dan baperan dengan berani tampil di forum diskusi yang diselenggarakan mantan aktivis organisasi mahasiswa terkemuka  Indonesia ini.

“Saya gak menduga Pradi mau datang, walau diundang sebagai Ketua DPC Gerindra toh dia kan juga petahana lah sebagai wakil. Babai apalagi, ‘kompor’ dia ha… ha…  alumni HMI memang jago buat diskusi,” ujar Sigit.

Dijelaskan Pengarah Acara Diskusi Publik Seri ke-3 ini, Imam Solehudin  diskusi yang dimoderatori Pemimpin Redaksi Harian Sederhana Andi Sopiandi, kegiatan ini merupakan salah satu program Kalam HMI yang menjadi rutinitas setiap bulannya di Kota Depok menjelang Pilkada 2020 untuk menggugah kepedulian masyarakat dan menggali potensi para peminat bakal calon pemimpin.

“Kalam sebagai wadah organisasi tempat berkumpulnya para alumni HMI, ingin memberikan kontribusi buat Kota Depok ke depan. Sehingga apa yang dihasilkan dalam diskusi ini bisa menjadi rekomendasi buat para calon pemimpin Depok selanjutnya,” ungkap Imam Solehudin yang juga Anggota Presidium Kalam HMI lainnya.

Semua pembicara utama ini berikan apresiasi pada diskusi mencerahkan wawasan ini.

“Kalam HMI  telah memberikan wadah atau panggung bagi kami untuk menginformasikan segala gagasan terkait tentang Depok ke depan yang lebih baik. Dan sekali lagi saya sangat apresiasi,” ujar Rama Pratama yang menyebutkan sudah mendaftarkan diri ikut kontestasi Pilkada di Kota Depok melalui DPP PDIP.

Pradi berharap diskusi intelektual ini dapat dilanjutkan. Baginya, sumbangsih pemikiran para narasumber menjadi masukan yang berharga, terlepas tema diskusi yang notabene ini fokus pada bahasan politik.

“Saya tidak ada masalah (dengan tema diskusi hari ini). Tantangan dalam berkehidupan itu adalah sebuah keniscayaan. Saya berprasangka baik karena ini forum ide dan gagasan. Muaranya sama, untuk Depok yang lebih baik. Memimpin pemerintahan tidak bisa sendiri. Harus mendengar dan menerima masukan, ide atau sumbangsih dari semua warga karena kita bicara tentang grand design Kota Depok,” ujarnya.

Pemateri lainnya, Babai Suhaimi yang juga mantan Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok mengatakan, sebagai wadah tempat berkumpulnya para mantan aktivis HMI, telah melahirkan para tokoh-tokoh nasional yang sudah tidak diragukan lagi secara kualitasnya.

“Bagus dong, kita harus mau duduk bersama saling mengadu gagasan, sebab dari gagasan inilah lahir cita karya. Forum diskusi ini telah memberikan panggung kepada kami untuk memberikan masukan atau gagasan kepada kota  ini, bahwa pemimpin Depok ke depan harus lebih cakap dalam mengelola Kota Depok,” tutur babai.

Semantara itu, Pakar Psikologi UI Prof Hamdi Muluk mengutarakan, sangat suka hadir di forum intelektual yang diselenggarakan para aktivis apa pun.

“Saya warga Depok. Ketika temen-temen aktivis membuat kegiatan saya siap… Gratis. Dan mengundang saya. Apalagi ini untuk kebaikan kota Depok lebih baik. Ya, saya siap,” Saya sudah lebih 35 tahun saya di Depok. Sayang ni, Pemkot Depok tidak menggunakan potensi kepakaran UI. Padahal kami siap berkontribusi sebab UI itu ada di Depok,“ ujar.

“Syukur Diskusi Publik Seri ke-3 ini dapat berlangsung lancar walau dengan kesederhanaan. terima kasih kepada semua pihak yang telah apresiatif pada acara demi kebaikan kita semua. terima kasih khusus kepada narasumber utama yang telah bersedia hadir dan mendukung. Kepada semua pihak. Semoga nantinya dapat kita selenggarakan diskusi seri selanjutnya,” ungkap Koordinator Kalam HMI Hendrik Isnaini Raseukiy.

Kalam HMI adalah wadah berkumpulnya alumni HMI lintas generasi. Saat ini menjadi penggeraknya ialah sebagai Dewan Penasehat Arif Budiman dan Irsan Jufri dengan Dewan Presidium yakni Hendrik Isnaini Raseukiy, Sukaimih Muslimin, Andi Sopiandi, Imam Solehudin, dan Furkan Sangiang. (HIRA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *