oleh

PT Sumber Kreasi Cipta Logam Didemo Ratusan Buruh FSP LEM SPSI di Cipinang

Jakarta, TribunAsia.com – PT Sumber Kreasi Cipta Logam didemo oleh ratusan buruh FSP LEM SPSI di Jalan I Gusti Ngurah Rai No.1 pada Jum’at, 28 Februari 2020. Kedatangan elemen buruh tersebut tak lain menuntut kenaikan gaji/upah pekerja di perusahaan yang beralamat di RT 003/06 Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Nanang mengatakan, saat ini pendapatan karyawan tidak sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub). Dia menambahkan, pendapatan/gaji tiap bulan yang diterima buruh tidak sesuai dengan Upah Minimun Pokok/UMP.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Terkait kenaikan gaji karena tidak sesuai dengan Pergub UMP,” ujar Nanang dengan atraksibut FSP LEM SPSI, Jum’at (28/2/2020).

Aksi unjuk rasa dilakukan buruh digelar sejak pagi hingga petang hari. Massa buruh melengkapi diri dengan pengeras suara dan berorasi diatas mobil komando. Namun, dia juga menyampaikan dalam aksinya sempat berdialog oleh perwakilan perusahaan.

“Aksi dari pagi tadi jam 9. Tadi ada dialog tapi owner nggak ada,” ungkapnya.

Sayangnya, ketika berdialog mereka tidak dipermukaan dengan pemilik PT Sumber Kreasi Cipta Logam itu. Hingga petang ratusan buruh menanti upaya perundingan dengan perusahaan sambil berorasi secara berganti-ganti dengan pengeras suara.

Rencananya, hari Senin FSP LEM SPSI akan mendatangi kantor Sudinakertrans Jaktim untuk menindaklanjuti permasalahan upah buruh.

“Dari karyawan 200 orang (massa), kita nunggu keputusan berunding, hari Senin kita akan ke Sudinakertrans Jakarta Timur,” sebut dia lagi.

Sementara, orator lainnya diatas mobil komando menjelaskan buruh harus memiliki skill terlebih harus memperjuangkan hak-hak kaum buruh. Kemudian nyali, akal, ilmu dan iman diutarakan dia didepan PT Sumber Kreasi Cipta Logam perlu dikuasai oleh buruh.

“Dalam organisasi itu yang pertama nyali berani, ilmu, paham undang-undang, ilmu pandai negosiasi bagaimana mengambil ikan didalam air yang keruh. Nyali akal dan imam,” kata dia.

Masih dalam penegasan orator, aksi mogok kerja yang dilakukan sekitar 3 hari itu akan dibayarkan oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Dalam kesempatan itu, Tripartit juga digaungkan dihadapan massa buruh.

“Tanggal 26, 27 dan 28 kawan-kawan mogok kerja tetap dibayar itu nomatif. Tripartite itu ada 3 unsur serikat kerja, pemerintah dan pengusaha. Hari ini kita bubarnya jam 3 (15.00 WIB),” tutup buruh. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *