oleh

Kendalikan Sampah di Jaktim Sudin LH Dampingi 809 RW olah Sampah

Selamat Idul Fitri 1441 H

Jakarta, TribunAsia.com – Kendalikan sampah di Jakarta Timur, Herwansyah selaku Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH Jaktim) mengajak masyarakat mengolah sampah rumah tangga.

Selain mengolah sampah, dia juga akan melatih masyarakat untuk menciptakan nilai ekonomi dari sampah tersebut. Melalui bank sampah diutarakan dia dapat mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Iklan RB

“Kita sekarang ini lagi mengajak masyarakat mengolah sampah dari sumber, mengolah sampah dari sumber supaya sampah itu tidak dibawa ke Bantar Gebang,” jelas Kasudin LH Jaktim kepada TribunAsia.com di Penggilingan Cakung, Kamis (27/2/2020).

Ia menambahkan, barang tidak terpakai atau limbah rumah tangga mampu menghasilkan uang atau pendapatan lebih. Herwansyah menyebutkan, sisa-sisa plastik yang tidak lagi terpakai akan menghasilkan nilai rupiah yang dikelola bank sampah.

“Bisa bernilai ekonomis seperti ini, cikal bakal bank sampah ini dari sini dari sampah-sampah bekas plastik dan ini ada nilai ekonominya,” ungkapnya.

“Ini rencananya kita 709 RW yang ada di Jakarta Timur kita akan dampingi dari petugas-petugas kita yang ada di lingkungan hidup Jakarta Timur untuk melatih masyarakat mengelola sampah dari sumber,” sambungnya.

Target Sudin Lingkungan Hidup Jaktim 2020

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menargetkan di tahun 2020 sampah rumah tangga di Jakarta berkurang hingga 20% dari total 7500 ton setiap harinya.

Bahkan, peraturan daerah tahun 2013 tentang pengelolaan sampah turut dirinci dihadapan masyarakat. Bank sampah yang telah diinisiasi tersebut bertujuan bisa dikelola dengan baik dan menambah pemasukan bagi masyarakat.

“Kita punya target mengurangi sampah dari jumlah yang kita itu minimal 20% dari total sekarang kurang lebih 7500 ton per hari. Dan 20% dari situ sudah harus diolah itu target kita ditahun 2020,” tutur pria berkacamata itu.

Namun demikian, sampah dapat juga dimanfaatkan untuk penyubur tanaman yang akhirnya menjadi seperti pupuk kompos. Lebih lanjut, kata dia, jika sampah dikelola dengan bijak maka limbah rumah tangga tidak akan terbuang sia-sia.

“Kemudian dari sisa sampah yang kita makan tadi kulit-kulit rambutan, kulit pisang kulit dukuh itu bisa kita olah menjadi kompos. Manfaatnya minimal dilingkungan seperti ini kita lihat dia dia bisa memupuk tanpa harus beli pupuk jadi tidak terbuang,” tandasnya.

Kasudin LH Jaktim mengklaim pihaknya telah memiliki 284 bank sampah selama 5-6 tahun hingga kini. Dia menjelaskan, Sudin Lingkungan Hidup tengah fokus meningkatkan tata kelola sampah melalui pendekatan kepada masyarakat.

“Yang sudah dilakukan satu sosialisasi terhadap masyarakat kemudian, dan sebenarnyatulnya di Jakarta Timur jika sudah punya 284 bank sampah. Dan hari ini bukan berarti memulai sebenarnya, kita meningkatkan lagi serius-kan lagi 5-6 tahun ini sudah dilakukan Dinas Lingkungan Hidup,” ujar dia lagi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *