oleh

Kornas Kohati Gelar Munas dengan Berbagai Rangkaian Pramunas

Jakarta, TribunAsia.com – Senin, Bertempat di Jakarta Islamic Center (JIC) Jakarta Utara, Koordinator Nasional Korps HMI Wati (Kornas Kohati) gelar Musyawarah Nasional.

Musyawarah yang dihadiri oleh perwakilan HMI Wati dari Cabang Mataram, Cabang Bima, Cabang Bogor, Cabang Serang, Cabang Jaksel, Cabang Bogor dan Cabang Jakarta tersebut, dibuka langsung oleh Ketua Umum PB HMI, Zuhad Aji Firmantoro. Dalam sambutannya, Zuhad memberi apresiasi terhadap perjuangan yang dipelopori oleh kaum perempuan, termasuk yang dilakukan oleh Kohati.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Sebelum pelaksanaan Munas, Kornas Kohati juga menggelar 2 item kegiatan yakni workshop menulis opini dengan tajuk “Menulis Ala Meja Redaksi” dan Seminar Nasional bertajuk “Menangkan Ummat dengan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin”.

Workshop menulis opini dibimbing langsung oleh Hersubeno Arif (Konsultan Media dan Politik), Hendrik Razeuky (Jurnalis Elshinta), Dr Cahyo Pamungkas (Peneliti LIPI), My Gunawan (Pimred Tribunasia), Iwan Samariansyah (Dosen Ilkom Universitas Islam 45). Dengan dihadiri oleh sekitar 30 peserta yang berasal dari Media Muslimah Jakarta, BMI Community serta HMI Wati. Kegiatan dipusatkan di Jakarta Islamic Centre (JIC).

Untuk kegiatan Seminar Nasional yang digelar pada Ahad (23/02) di Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Kornas mengundang 4 pembicara yakni Hj Irena Handono (Pakar Kristologi dan Perbandingan Agama), Chusnul Mar’iyah PhD (Presiden Direktur CEPP FISIP UI), Dr Sabriati Aziz (Ketua Presidium BMOIWI), Iffah Ainur Rochmah (Pengamat Politik Islam). Dengan jumlah peserta mencapai 200an berasal dari berbagai Ormas dan OKP Keperempuanan.

Ketua Kornas Kohati, Apri Hardiyanti saat dikonfirmasi soal kegiatan, menyebutkan bahwa Munas sengaja dibuatkan pramunas dengan dua item kegiatan agar bisa mengedukasi para muslimah terkhusus kader-kader HMI Wati yang datang dari berbagai daerah.

“Ini sebagai salah satu upaya untuk mengedukasi para muslimah agar mampu menulis gagasan dan narasi-narasi perjuangan. Juga membuka wawasan seluas-luasnya soal realitas keislaman saat ini, terlebih ini kan ada adik-adik HMI Wati dari berbagai daerah, kita ingin ini menjadi bekal yang bermanfaat bagi pengembangan HMI ataupun Kohati di daerah masing-masing,” ungkap Apri. (RAM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *