oleh

Jalan Busuk Direndam Hujan, Pengendara Nyaris Berkelahi di Depok

Kota Depok, TribunAsia.com – Tragis, pagi-pagi dua lelaki nyaris baku pukul di Jalan Kemakmuran Raya, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. Pasalnya, Seorang lelaki setengah baya pengendara sepeda motor matik kesal lantaran dirinya terkena cipratan air dari lindasan ban motor pengendara lainnya.

Tapi, beruntung adu mulut ini tak jadi perkelahian lantaran pengendara lain berhenti dan menenangkan keduanya.

“Untung aja gak berantem pukul-pukulan, ribet deh urusannya,” sebut seorang juru parkir.

Pantauan, korban kecipratan air mengaku kesal karena pakaian kerjanya jadi kotor oleh lumpur, sedangkan tertuduh penciprat mengaku tidak sengaja dan tak memperhatikan genangan air usai hujan.

“Kampret…. Lo, bikin baju gue kotor,” hardik korban.

“Sori, gak sengaja saya,” balas terlaku.

Begitulah sekelumit imbas peristiwa yang dapat saja jadi keributan dari sesuatu yang tampak sepele genangan air hujan di jalanan, beberapa hari sudah, Kamis (20/2).

Peristiwa ini terjadi tepat di depan kantor Bank BJB di Jalan Kemakmuran Raya dengan simpang Jaling Pedati, Mekarjaya, Sukmajaya, Kota Depok.

Amatan, di lokasi, jalan lebih rendah dan cekung di bagian ini bandingkan badan jalan yang lain. Trotoar beruditch pun hilang tak berbekas. Trotoar-uditch pun hilang, berganti dengan halaman beton padat, hanya punya beberapa lubang seukuran bola pimpong.

Tak ada lagi lubang tali air yang biasanya terdapat di trotoar ber-separasi di mana ada sejumlah lubang persegi untuk aliran air hujan menyusup masuk ke parit. Temuan keadaan ini tak hanya di Jalan Kemakmuran Raya bisa pula dibagian jalan lainnya.

Menanggapi hal ini, Mungkin, ini dapat dianggap menjadi hal yang lumrah saja sebagai keadaan alami yang wajar saja.

Curah hujan belakangan ini nyaris saban hari. Matahari tak terik sehingga tak mudah dan cepat menguapkan air hujan yang tergenang berhari-hari menjadi kubangan lumpur. Lumpur ini pun dapat kapan saja bercipratan bila kena lindasan ban kendaraan. Akibatnya, untuk coba hindar terkena cipratan air kubang ini, sejumlah pemilik warung atau toko di tepi jalan menaruhkan sesuatu benda di bahu jalan yang tergenang sehingga membuat jalan terhalang menyempit lalu berpotensi tersendat arus lalu lintas.

Menanggapi hal ini, Fulan, seorang warga Sukmajaya, akui, genangan air di jalanan ini dapat menjadi penyebab kerusakan jalan.

“Ya, jalan jadi cepat rusak lah. Saya lihat, selokannya malah kering tu, air cuman dikit doang, tapi, di jalan ada genangan air. Air hujan gak ngalir ke selokan lantaran gak lubang. Padahal selokan ini baru aja dibangun,” sebutnya.

Lantas, siapa yang harus bertanggung jawab pada hal sepele ini.

“Hal sepele ini jadi ribet kalau kita mau omongin. Kalau itu jalan tanah di kampung mah, gampang kita timbun sendiri dengan puin. Kalau di jalan beton, gimana.coba. Busuk lah itu jalan,” imbuh Fulan. (Hira)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *