oleh

Warga Pulo Jahe Demo Pembangunan SMKN 71 Jaktim Menuntut Perbaikan Fasum yang Rusak

Jakarta, TribunAsia.com – Warga Pulo Jahe ramai-ramai demo pembangunan sekolah yang berdiri dibilangan RT 12/14 Kelurahan Jatinegara Kecamatan Cakung Jakarta Timur.

Mereka mengkritisi pembangunan SMKN 71 Jakarta Timur karena selama berjalannya pembangunan diarea tersebut fasilitas umum rusak.

Fasilitas jalan umum dan saluran air warga sempat amblas serta berakibat banjir ketika cuaca hujan. Lurah Jatinegara yang turun ke lokasi mengatakan, dirinya telah menganjurkan untuk bermusyawarah dengan warga setempat kepada kontraktor.

“Segera mungkin rapat di RW 14 karena ini musim hujan, tapi hingga saat ini saya tunggu pertemuan karena Mas Wasito itu (kontraktor) warga saya nggak minta apa-apa warga minta dikembalikan kerusakan jalan,” kata Slamet Sihabudin, Sabtu (22/2/2020).

Setelah penolakan warga digelar, musyawarah pun baru bisa terlaksana hari ini. Seperti yang diutarakan Lurah, pihaknya telah menghubungi kontraktor berkali-kali namun tidak ada respon.

Saat itu, pertemuan antara warga dihadiri oleh Albert dan Faisal sebagai pelaksana pembangunan SMKN 71 atau kontraktor. Diketahui, selama pembangunan sekolah berlangsung dikerjakan dibawah naungan bendera BUMN yaitu PT Brantas Abipraya.

Slamet juga menyampaikan tanggung jawab pihak kontraktor untuk dapat merealisasikan perbaikan fasilitas warga yang rusak akibat pembangunan tersebut.

Selain itu, kesepakatan serta jaminan proses perbaikan jalan juga ditandatangani bersama oleh warga RW 14 dan termasuk penanggung jawab proyek.

“Tanggal 27 itu benar nggak, ada jaminan nggak mas Wasito iya iya saja. Kesepakatan yang kita buat karena kesibukan sana sini,” ungkapnya.

Kemudian, H. Sodri selaku ketua RW 14 menegaskan sebelumnya dia telah mencari pihak penanggung jawab proyek dan baru kali ini bertatap muka setelah didemo warga. Jika harapan warga tidak dipenuhi, rencananya area pembangunan sekolah tersebut akan dikunci.

“Saya akan gembok pintu karena saya cari-cari mana kontraktornya tidak ada penyelesaian,” singkatnya.

Lebih lanjut, Nurmanto juga menambahkan kedatangan warga setempat pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.15 Wib ke SMKN 71 untuk menyampaikan aspirasinya. Kata dia, saat pengerjaan proyek warga kerap mengeluh banjir.

“Adanya penggebokkan itu pasti ada sebab akibat persoalannya jelas kebanjiran. Karena tidak ada kejadian ini (demo) Pak Albert (kontaktor) mungkin nggak kesini,” tandasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *